Enam Orang Masih Tertimbun Longsor di Manggarai Barat
Editor: Koko Triarko
LABUAN BAJO – Hujan deras yang mengguyur kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeling, Kabupaten Manggarai Barat, menyebabkan terjadinya longsor di lokasi jalan negara. Enam korban masih tertimbun longsor, dan petugas masih melakukan pencarian.
“Lokasinya berada dekat ibu kota Labuan Bajo, sekitar 25 kilometer. Delapan orang tertimbun material longsor. Dua orang meninggal dan enam orang lainnya masih tertimbun,” sebut Feliks Janggu, warga Manggarai Barat, saat dihubungi Cendana News, Jumat (8/3/2019).

Menurut Feliks, longsor terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya, sejak Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3). Selain menyebabkan banjir, hujan juga menyebabkan terjadinya longsor.
“Selain menyebabkan jalan terputus total, jaringan telepon selular pun putus total, dan baru normal siang tadi. Saya juga bertemu anak korban di Labuan Bajo yang menyeberang melewati sungai dengan berjalan kaki sekitar 3 jam,” tuturnya, Jumat (8/3/2019).
Bantuan bahan makanan dan kebutuhan lainnya, ujar Feliks, tidak bisa didrop melewati jalan darat. Mobil yang membawa bantuan mencoba mencari jalan alternatif, tetapi tidak ada. Ada tiga sungai, tapi dua sungai tidak ada jembatan, sementara satu jembatannya putus total.
Menurutnya, jika menggunakan sepeda motor, butuh waktu sekitar 20 menit perjalanan, sementara berjalan kaki butuh waktu tuga jam. Tapi, berjalan kaki juga harus melewati perbukitan yang juga rawan longsor.
“Lokasi longsor persis di jalan negara, dan berada di puncak bukit di dekat hutan lindung di jalan arah menurun ke Labuan Bajo. Jembatan utama di Waimese juga terancam roboh,” sebutnya.
Akibat longsor dan putusnya jembatan, jalan utama dari Manggarai menuju Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, tidak bisa dilewati. Dalam sehari ke depan, dipastikan terjadi kriris BBM. Sebab sudah tiga hari mobil pengangkut BBM tidak bisa melewati jalan dan sepeda motor pun sulit lewat.
Humas SAR Maumere, Yudha Kusuma, menyebutkan, tim SAR belum bisa memobilisasi peralatan menuju lokasi longsor, akibat putusnya jalan. Komunikasi pun masih belum normal, akibat putusnya jaringan telepon selular.
“Petugas bersama personel lainnya masih berusaha mencari jalan alternatif menuju lokasi longsor, agar bisa melakukan evakuasi dan pencarian korban yang masih tertimbun longsor,” ungkapnya.
Data kerugian sementara akibat bencana tanah longsor di Mabar, yakni dua rumah tertimbun longsor, 1 truk pengangkut BBM terguling, 1 unit mobil avanza tertimbun longsor, 1 unit sepeda motor tertimbun longsor dan 1 unit jembatan terputus.