Cemara Udang untuk Menahan Tsunami di Sumbar
Editor: Mahadeva
PADANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menanam pohon cemara udang disepanjang pantai di Sumatera Barat.
Panjang garis pantai di Sumatera Barat mencapai 1.973,24 kilometer. Setidaknya terdapat tujuh kabupaten dan kota di provinsi tersebut yang memiliki daerah pantai. Daerah-daerah tersebut adalah, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dody Ruswandi, mengatakan, akan ada satu juta pohon cemara yang akan ditanam di sepanjang pantai Sumatera Barat. Jumlah itu, akan ditanam secara bertahap hingga lima tahun ke depan.
Penanaman diharapkan dapat menyebar dan merata di seluruh pantai. Keberadaan pohon di pantai mampu menjadi penyelamat saat terjadi bencana tsunami. Seperti yang terjadi di Tanjung Lesung, Pandeglang, 22 Desember 2018 lalu. Saat itu, ada beberapa desa yang selamat, karena di pantai banyak pohon.
“Sumatera Barat ini memiliki ancaman tsunami, tapi kita tidak tahu kapan akan datang. Dengan penanamam pohon di sepanjang pantai, diharapkan dapat mengurangi dampak bencana yang ditimbulkan,” ungkapnya dalam rapat di Padang, Senin (25/3/2019).
Satu juta pohon yang akan ditanam disebutnya tidak hanya datang dari BNPB. Akan ada banyak pihak yang mendukung aksi penanaman pohon di sepanjang pantai di Sumatera Barat tersebut. Hal tersebut yang mendorong penanaman dilakukan secara bertahap selama lima tahun kedepan. “Sekarang memang tumbuhnya kecil, tapi setelah 5 tahun dan 10 tahun kemudian, masyarakat akan merasakan manfaat penanaman pohon cemara itu. Karena tidak hanya dapat mengurangi dampak tsunami, tapi juga dapat menjadi lokasi penghijauan,” ujarnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, aksi penanaman pohon tersebut melibatkan banyak pihak termasuk TNI. Di Sumatera Barat, penanaman cemara udang akan diutamakan di kawasan yang berpenduduk padat. Sementara untuk titik pantai yang tidak berpenduduk, tidak diprioritaskan untuk ditanami.
Direncanakan, setiap tahun akan ditanam 200 ribu pohon. Penyediaan bibit dan pohon akan dibantu oleh swasta. Sementara untuk perawatan, seperti pupuk dan pengiriman dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota, yang menjadi lokasi pengamanan.
“Pendataan kawasan pantai yang memiliki penduduk padat masih terus dilakukan oleh masing-masing daerah. Hal itu dilakukan seiring akan dimulainya penanaman pohon di antara tujuh daerah yang memiliki kawasan pantai tersebut,” jelasnya.