BASARNAS Gelar Pelatihan ‘Water Rescue’
Editor: Koko Triarko
JEMBRANA – Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsma TNI Fathurrahman Indrajaya, menegaskan, Basarnas tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, diperlukan kerjasama dan sinergitas yang solid bersama potensi SAR, baik instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat dan organisasi berpotensi SAR lainnya.
Dengan diselenggarakannya pelatihan potensi SAR ini, Basarnas dan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Jembrana, telah bersepakat untuk menjalin kerja sama dalam menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang SAR, yakni dalam penguasaan teknik water rescue.
“Basarnas senantiasa secara aktif melakukan pembinaan potensi SAR pada wilayah kerjanya masing-masing,” ujar Marsma TNI Fathurrahman Indrajaya, usai membuka Pelatihan Potensi SAR Teknik Pertolongan di Permukaan Air (Water Rescue), di Jembrana Kamis (14/03/2019).
Marsma TNI Fathurrahman Indrajaya, menambahkan, sebelumnya telah dilakukan pelatihan di Kabupaten Buleleng serta Karangasem. Materi pelatihan disesuaikan dengan potensi bahaya di daerah tersebut. Kondisi geografis Kabupaten Jembrana didominasi dengan perairan seluas 604,24 KM2, yang notabene banyak terdapat aktivitas pelayaran.
Melalui pelatihan water rescue, diharapkan akan tercipta SDM yang andal dan profesional, sehingga nantinya di saat menghadapi kondisi sesungguhnya, di mana pun dan kapan pun, para peserta pelatihan potensi SAR sudah siap.
“Kabupaten yang berada paling barat dari Provinsi Bali ini, merupakan pintu masuk dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, selain itu merupakan tempat penghasil ikan laut terbesar. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk memilih Kabupaten Jembrana sebagai lokasi pelatihan potensi SAR water rescue,” imbuhnya.
Kegiatan ini dihadiri 65 peserta,terdiri dari instansi pemerintah, nelayan dan pelaku pariwisata. Tenaga pengajar (instruktur) berjumlah 14 orang, merupakan rescuer terlatih dan telah melalui berbagai diklat SAR.
Pada hari pertama, usai acara pembukaan, para peserta diberikan materi-materi dasar tentang MFR (Medical First Responder) dan teknik pertolongan di permukaan air. Nantinya di akhir pelatihan, seluruh materi yang telah mereka terima akan dipraktikkan langsung, di Candikusuma.