Banjir Rendam Puluhan Rumah dan Sawah di Rejanglebong

Ilustrasi- Dok CDN

BENGKULU – Banjir akibat luapan Sungai Air Duku di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, merendam puluhan rumah di Kecamatan Curup dan Curup Timur.

“Banjir juga merusak puluhan hektare sawah warga dan jembatan penghubung antardesa,” ujar Tohibulah (30), warga Dusun I, Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, Sabtu (2/3/2019).

Areal sawah yang mengalami kerusakan berada di sepanjang aliran Sungai Air Duku, yang berada di Kecamatan Curup Timur, seperti Desa Duku Ulu, Desa Duku Ilir, Kelurahan Karang Anyar. Termasuk persawahan yang ada di Kelurahan Dusun Curup, Kecamatan Curup.

“Selain merendam puluhan rumah, banjir ini juga merusak sawah, kolam ikan milik warga juga merusak jembatan beton. Banjir kali ini sangat luar biasa besarnya, dulu 10 tahun yang lewat juga pernah terjadi,” tambahnya.

Banjir merusak setengah hektare sawah miliknya yang tanaman padinya baru berumur satu bulan. Sawah itu sebagian tertimbun lumpur dan bebatuan serta sampah dari sungai. Hal tersebut menyebabkan hasil panen akan berkurang dari sebelumnya.

Edy Syahbana, warga Dusun I, Desa Duku Ulu lainnya menjelaskan, selain merusak puluhan hektare sawah, banjir juga merusak dua unit jembatan beton. Yaitu, Jembatan Air Duku yang dibangun 2004 lalu oleh BRDP, dan jembatan beton menuju areal persawahan warga. “Jembatan ini merupakan jalan alternatif dari Desa Duku Ulu menuju Desa Seguring dan desa lainnya, selain itu jembatan ini juga sarana utama pengangkutan hasil bumi baik dari sawah maupun perkebunan kopi,” jelasnya.

Jembatan BRDP, kondisinya nyaris ambruk setelah fondasinya tergerus air sungai, tetapi jembatannya tidak sampai hanyut terbawa arus. Di bagian bawah pondasi jembatan, terdapat jaringan pipa PDAM, yang ikut menopang badan jembatan.

Firman (53), warga RT 1 RW 1 Kelurahan Karang Anyar menambahkan, selain merendam rumah, banjir juga merusak kolam ikan milik warga setempat. Nilai kerugian yang dialami lebih dari Rp25 juta, akibat hilangnya ikan anakan dan ikan yang siap panen lebih kurang 500 kilogram. “Airnya naik sekitar jam 8 malam, saat itu airnya naik sampai menenggelamkan kolam. Selain itu arusnya cukup deras menyebabkan sebagian dinding kolam juga hampir ambruk karena fondasi serta bronjong penahan sungai juga hanyut dibawa banjir,” kata Firman.

Banjir selain merusak kolam ikan warga, juga merendam puluhan rumah di Kelurahan Jalan Baru dan Talang Benih, Kecamatan Curup. Kemudian rumah di Kelurahan Dusun Curup dan Desa Batu Dewa Kecamatan Curup Utara. Di mana kawasan tersebut, memang menjadi langganan banjir akibat luapan Sungai Air Duku sejak beberapa tahun belakangan.(Ant)

Lihat juga...