Tiga Nelayan Cilacap Alami Laka Laut, Satu Masih Hilang

Editor: Mahadeva

Koordinator Basarnas Pos Cilacap, Moel Wahyono. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

CILACAP – Tiga nelayan di Kabupaten Cilacap mengalami kecelakaan laut. Perahu yang ditumpangi diduga terhempas ombak, dan menghantam batu karang, hingga terbalik. Dua nelayan berhasil diselamatkan oleh pemancing, dan satu nelayan masih dalam pencarian hingga Selasa (5/2/2019) petang.

Koordinator Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Pos Cilacap, Moel Wahyono, mengatakan, pihaknya mendapat laporan tiga nelayan mengalami kecelakaan laut, yaitu Girwo bin Suwardi Dimin, warga Dusun Karangmulya, Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, kemudian Warsito dan Adi, yang juga warga Desa Ujung Gagak.

ʺDua nelayan yaitu Warsito dan Adi berhasil diselamatkan oleh pemancing kricak, yang kebetulan berada di sekitar lokasi kecelakaan. Sementara satu nelayan lainnya, yaitu Girwo kemungkinan hanyut, sehingga belum ditemukan sampai petang ini,ʺ jelasnya.

Dari keterangan pemancing yang menolong, Sungkowo dan Muji, keduanya warga Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, ketiga nelayan berangkat pagi buta seperti biasa. Sekira pukul 07.00 WIB, tiba-tiba ada ombak yang cukup keras. Saat itu, nelayan berada tidak jauh dari perahu para pemancing. Menurut keterangan pemancing tersebut, hempasan ombak tersebut menerjang perahu nelayan sangat keras, dan perahu nelayan masih bertahan.

Namun, saat perahu menabrak batu karang yang berada di sekitar lokasi, perahu akhirnya terbalik. Kecelakaan tersebut  terjadi di pantai selatan Pulau Nusakambangan, berdekatan dengan Pantai Selok. Ketiga nelayan tersebut berada dalam satu perahu. Dua pemancing tersebut berusaha untuk menolong, tetapi hanya dua nelayan yang berhasi diselamatkan dengan ditarik naik ke atas perahu pemancing.

Basarnas bersama Tim SAR Kampung Laut kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi tempat perahu korban mengalami kecelakaan. Basarnas menurunkan tujuh orang anggota, untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian. ʺPencarian korban dilakukan oleh Tim Sar Kampung Laut dan Basarnas. Kita menyisir dari mulai TKP hingga ke Pantai Selok, karena dimungkinkan korban hanyut,ʺ terang Moel Wahyono.

Namun, menjelang malam, pencarian korban untuk sementara dihentikan, karena minimnya lampu penerangan. Selain itu juga dikhawatirkan terjadi gelombang tinggi. Pencarian akan dilanjutkan Rabu (6/2/2019) pagi.

Lihat juga...