Sandiaga Disambut Antusias Emak-emak di Wuring

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Usai berdialog dengan Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno bergerak ke kampung nelayan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Kehadiran Sandi, sapaannya, sudah dinantikan ribuan masyarakat di perkampungan nelayan padat penduduk yang hampir semuanya beragama Islam. Masyarakat kampung Wuring semuanya berprofesi sebagai nelayan. Tak lupa pula emak-emak dan kaum perempuan berdesak-desakan ingin melihat dari dekat dan berfoto bersama Sandi.

Emak-emak di kampung nelayan Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka antusias mengikuti sambutan dari calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Foto: Ebed de Rosary

“Pak Prabowo mengirimkan salam kepada warga di Wuring. Insyaallah, dengan kita berkumpul di sini silaturahmi kita diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan mudah-mudahan tahun 2019 lunas hutangnya.     Tahun 2019 mau lunas hutangnya atau ganti presiden,” teriak Sandiaga Uno, Senin (25/2/2019).

Sandi mengatakan, dirinya bertemu dengan para nelayan dan di Sikka sendiri ada sekitar 5 ribu lebih nelayan. Ada 3 ribu lebih kapal nelayan. Bersama Prabowo, kata Sandi, keduanya berpihak kepada para nelayan, khususnya nelayan kecil.

Perizinan bagi nelayan, kata Sandi, harus dipermudah. Pasar ikan akan dibangun dan nyaman bagi pembeli serta para nelayan dan harus dilengkapi dengan cold storage. Harganya juga harus dijaga agar jangan sampai anjlok.

“Kita jaga persatuan kita. Perbedaan politik jangan sampai memecah belah kita, sebab semua saudara kita, satu bangsa satu negara. Persaudaran nomor satu kalau presiden nomor dua,” ungkapnya.

Ali Sadikin, warga Nangahure, kelurahan Wuring yang bekerja sebagai nelayan penangkap ikan tuna mengatakan, ikan tuna di Maumere dikirim ke Bali baru diekspor, dan sering tidak termuat di kargo karena keterbatasan.

Selain kesulitan pemasaran ke luar negeri, kata Ali, nelayan di Sikka juga kesulitan alat tangkap. Mudah-mudahan ketika Prabowo-Sandi terpilih, kesejahteraan nelayan harus diperhatikan.

“Kalau ikan tuna dijual di pasaran lokal tentu saja harganya jatuh. Kita berharap kalau Pak Sandi menjadi wakil presiden tolong kebutuhan nelayan diperhatikan,” pinta Ali.

H. Jamal nelayan lainnya, mengeluhkan pengurusan BBM harus melalui rekomendasi meskipun hanya 20 liter saja. Nelayan juga tidak bisa mengajukan pinjaman dana ke bank sebab rata-rata rumahnya di atas laut sehingga tidak bisa dibuatkan sertifikat.

Sandi menjawab, ke depan dirinya bersama Pak Prabowo akan memastikan pemasaran ikan lebih baik. Pengiriman lewat kargo pun bisa lebih banyak. Pengurusan dokumen bagi nelayan akan dipermudah dan urus izin harus di kabupaten.

“Kita nanti akan melihat para nelayan yang rumahnya di atas air bisa mendapatkan bantuan permodalan sebab tidak memiliki sertifikat rumah. Sertifikat rumah bagi nelayan di atas laut pun akan diberikan,” ungkapnya.

Pihaknya, kata Sandi, akan memastikan agar hasil tangkapan ikan nelayan bisa dijual dengan harga yang layak. Prabowo-Sandi tidak ingin membebani para nelayan sehingga pembelian BBM bagi nelayan akan dibuat mudah.

Prabowo-Sandi juga memastikan, pembangunan untuk wilayah Indonesia timur pun harus sama. Maka, kata Sandi, hari ini dirinya hadir di Maumere untuk melihat secara dekat kebutuhan masyarakat di Indonesia timur.

Kehadiran Sandi di Wuring, membuat para emak atau dua-dua dalam bahasa Sikka begitu antusias. Kaum perempuan terlihat berebut berpose bersama Sandi. Meskipun cuaca sedang panas, para perempuan terlihat bersemangat berdesak-desakan agar bisa berpose bersama Sandi.

Usai berdialog bersama warga masyarakat di Wuring, Sandi pun bertolak ke Sikka Convention Center untuk berdialog bersama para relawan dan saksi Prabowo-Sandi. Hadir juga utusan dari kabupaten Lembata, Ende, Flores Timur, dan Nagekeo.

Lihat juga...