Puisi Neno Warisman, Titiek Soeharto: Jangan Dibaca Sepenggal
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) ikut memberikan tanggapan atas banyaknya kritikan terhadap ‘Puisi Munajat 212’ yang dibacakan oleh Neno Warisman, dalam acara Munajat 212, Kamis (21/2/2019) malam.
Respons Titiek Soeharto ini keluar setelah banyaknya pihak yang mempersoalkan puisi Neno Warisman itu, dengan mengeluarkan pernyataan mulai dari sejumlah lembaga keagamaan, seperti PB NU, MUI, hingga tokoh politik, seperti Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, sampai Wapres, Jusuf Kalla, bahkan Cawapes Nomor Urut 1, Ma’ruf Amin.
Ditemui di sela acara Doa Bersama 242 dari Dlingo untuk Indonesia Adil Makmur di Gunung Mungker, Dlingo, Bantul, Titiek Soeharto tak banyak berkomentar. Namun ia meminta agar pihak-pihak yang menghujat Neno Warismanm, untuk melihat keseluruhan isi puisi yang disampaikan dalam acara Munajat 212 itu.
“Mestinya harus lihat semuanya, kalimatnya, bahasanya. Jangan dipotong dan dipenggal-penggal,” katanya, Minggu (24/2/2019).
Dalam acara yang dihadiri ratusan relawan The Power of Emak-emak dan laskar gerakan nasional Prabowo for Presiden itu, Titiek Soeharto meminta para relawan untuk mengawal pelaksanaan Pilpres, agar berjalan adil dan jujur, tanpa ada kecurangan.
Ia juga tak henti-tenti mengingatkan untuk memilih pemimpin yang amanah, jujur, kesatria serta mencintai dan memahami rakyat kecil.
“Relawan juga harus senantiasa menjaga ketertiban dam keamanan, tidak terpancing perbuatan melawan hukum,” ungkapnya.