Jakarta Pertamina Energi Juara Tiga Proliga 2019
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Tim putra Jakarta Pertamina Energi, mengakhiri kompetisi bola voli Proliga 2019 dengan menduduki peringkat tiga. Pertamina Energi berada di posisi tiga terbaik, setelah mengalahkan Palembang Bank SumselBabel 3-1 (23-25, 28-26, 25-21, 25-17) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (24/2/2019).
Sukses itu menjadikan Pertamina Energi mengantongi hadiah uang pembinaan sebesar Rp75 juta. Sedangkan Bank SumselBabel yang berada di posisi keempat mendapatkan hadiah Rp50 juta.
Perebutan tempat ketiga ternyata tidak kalah ketat. Apalagi, kedua tim sama-sama pernah saling mengalahkan di babak reguler maupun final four. Dari empat pertemuan, kedua tim memiliki catatan imbang 2-2.
Bank SumselBabel unggul lebih dulu di set pertama. Sempat terjadi saling kejar poin, Bagus Wahyu Ardinto, dkk berhasil mengamankan set pertama 25-23.
Pertamina Energi bangkit di set kedua. Meski sempat memimpin 4-1, namun mereka sempat menurun, sehingga Bank SumselBabel mampu menyamakan skor 12-12. Pertamina Energi akhirnya mampu menutup set kedua 28-26.
Kemenangan di set kedua menaikkan kepercayaan diri Pertamina Energi. Mereka pun menunjukkan dominasinya di set ketiga dan unggul 25-21. Setelah merebut dua set terakhir, Pertamina Energi pun mengakhiri pertandingan dengan 25-17.
Pelatih Pertamina Energi, Putut Marhaento, mengungkapkan tak mudah menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga. Pasalnya, motivasi pemain sedikit menurun setelah gagal masuk final.
“Pertandingan memperebutkan tempat ketiga memang jauh lebih sulit. Saya harus membangkitkan motivasi pemain yang menurun, setelah gagal masuk final. Mereka memang ingin menembus final di musim ini. Jadi, saya harus memulihkan mereka. Terus terang problem utama di pertandingan ini adalah faktor psikologi,” tutur Putut.
Meski gagal memenuhi target, namun Putut menilai beberapa pemain muda justru pantas dipertahankan untuk kompetisi musim depan.
“Mereka adalah aset klub yang harus terus dibina. Jadi, pemain mudanya layak dipertahankan. Sedangkan untuk evaluasi lebih bersifat nonteknis. Faktor psikologis, karena pemain terlihat menanggung beban berat,” ujarnya.
Sementara, pelatih Bank SumselBabel, Pascal Wilmar, mengakui timnya kurang fight di pertandingan ini. Menurut dia, tim dihadapkan persoalan mental. Saat mendapat tekanan, mereka sulit untuk bangkit.
“Kita tidak bisa prediksi di pertandingan voli. Bila mampu merebut set kedua, mungkin ceritanya akan berbeda,” kata Pascal.
Selain itu, katanya, saat tertekan, tim sepertinya susah untuk fight. Padahal, saat latihan tidak ada masalah. “Tapi kalau sudah soal mental, saya tidak bisa bicara lagi,” pungkasnya.