Prabowo Pertanyakan Impor Komoditas, Ini Jawaban Jokowi

JAKARTA — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertanyakan banyaknya impor komoditas, yang dilakukan pemerintahan calon presiden nomor urut 02 Joko Widodo.

“Kalau benar kita sudah kelebihan, kenapa impor, kenapa tidak devisa itu digulirkan untuk misalnya membuka lahan baru atau mengisi stok pupuk untuk petani,” kata Prabowo dalam sesi debat inspiratif pada Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Minggu malam (17/2/2019).

Menurut Prabowo, impor beberapa komoditas tersebut memukul kehidupan petani yang juga menghasilkan produk komoditas, seperti tebu dan jagung.

“Saya bertemu banyak petani tebu, mereka mengeluh, petani tebu panen tapi impor masuk jutaan ton. Hal ini juga terjadi di komoditas lainnya,” ungkap Prabowo.

Prabowo juga mempertanyakan impor yang dilakukan terjadi di tengah kelebihan stok yang ada. “Kalau kita memang kelebihan stok, kenapa harus impor. Itu yang jadi masalah,” ujar Prabowo.

Sementaara itu, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengakui bahwa menjaga keseimbangan harga pangan merupakan hal sulit.

“Memang yang sulit menjaga keseimbangan harga, petani senang konsumen senang. Keseimbangan ini yang harus kita jaga agar dua-duanya mendapatkan keuntungan,” tutur Jokowi dalam Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Jakarta, Minggu.

Pernyataan Jokowi itu sebagai jawaban atas pertanyaan dari Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait masalah impor pangan yang memukul petani Indonesia.

“Bapak Jokowi waktu menjabat sebagai presiden dalam beberapa kesempatan bicara tidak akan impor pangan, ternyata dalam empat tahun terakhir bapak banyak sekali mengimpor pangan,” tutur Prabowo.

Menurut dia, ini sangat memukul petani-petani. Petani tebu panen tapi gula impor masuk dalam jumlah jutaan ton. Padahal Jokowi membanggangkan produksi naik.

Namun Jokowi menepis hal itu dengan mengatakan bahwa kendati negara melakukan impor, produktivitas petani dalam komoditas pangan seperti beras mengalami surplus.

“Produksi beras 2018 yakni 33 juta ton, konsumsi 29,9 juta ton jadi ada surplus,” ujar Jokowi.

Debat capres putaran kedua ini diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Minggu (17/2) malam, yang dimulai sejak pukul 20.00 WIB.

Tema yang diangkat pada debat kedua tersebut adalah infrastruktur, energi dan pangan, serta sumber daya alam dan lingkungan hidup. (Ant)

Lihat juga...