Pohon di Tanggul Penangkis Efektif Tahan Luapan Sungai Way Sekampung
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Ratusan pohon albasia daun lebar, mahoni, ketapang serta mangrove di sepanjang jalur tanggul penangkis Dusun Serampang, Desa Kuala Sekampung Kecamatan Sragi terlihat tumbuh berjajar rapi. Hal tersebut dilakukan oleh warga untuk menopang tanggul yang sebagian masih terbuat dari tanah.
Taher, warga Dusun Serampang menyebutkan, tanaman tersebut sengaja ditanam di tanggul penangkis yang berpotensi longsor, karena belum sepenuhnya terbuat dari semen. Pada siklus musim penghujan, setiap Februari, luapan sungai Way Sekampung kerap merendam area pertanian, tambak budidaya udang vaname serta permukiman warga.
Sebelum ada tanaman, tanggul pernah mengalami jebol. Warga terpaksa membuat talud penahan dari karung berisi tanah. Bahkan, pada puncak musim penghujan tahun sebelumnya, akibat klep yang jebol berimbas terendamnya sejumlah tambak warga.
“Penanaman pohon sebagai peneduh sekaligus memiliki fungsi ekologis bagi lingkungan, terutama saat musim penghujan. Menahan tanggul terkikis air,” papar Taher saat ditemui Cendana News, Rabu (27/2/2019).
Semula, ia menyebut pihak terkait melarang warga menanam pohon. Namun ia memastikan keberadaan tanaman tersebut memiliki multimanfaat. Di antaranya menjadi tempat bersarangnya burung rawa endemik sungai Way Sekampung.
Bangkan, pepohonan berjajar di tanggul penangkis sekaligus menjadi lokasi berteduh penggembala ternak saat panas terik.

Suranto, salah satu petani mengatakan, selain penyekat antara air asin dan air tawar, tanggul juga menyelamatkan padi petani. Sebab sesuai pengalaman sebelumnya mereka kesulitan menanam padi.
“Tanggul penangkis mengamankan lahan pertanian padi dari dari terjangan banjir saat air laut pasang dan kembali masuk ke muara sungai,” papar Suranto.
Muhidin, petambak udang vaname di Desa Bandar Agung mengakui fungsi tanaman sangat penting di tanggul penangkis dan pantai Timur. Petambak yang mengandalkan pengairan dari sungai Way Sekampung dan pantai timur diakuinya terlindungi oleh hutan mangrove di pantai timur. Selain itu sejumlah tanggul penangkis yang diberi tanaman pohon ikut memperkuat konstruksi. Lingkungan yang terjaga tersebut membuat saat sungai Way Sekampung meluap warga tidak was was tanggul jebol.