Pekerja Lokal Tidak Diakomodir, Granat Sikka Demo PLTMG Wairita
Editor: Mahadeva
MAUMERE – Puluhan masyarakat dari Desa Hoder mendatangi lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas (PLTMG) Wairita. Warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, mempersoalkan tidak diakomodirnya pekerja lokal di tempat tersebut.
“Sudah sejak awal pembangunannya, masyarakat menuntut hal itu, dan sudah disepakati oleh manajemen PT. Wika dan pihak PLN, agar pekerja lokal bisa dilibatkan,” sebut Ketua Gerakan Rakyat Nian Tanah (Granat) Sikka, Adrianus Lawe, Rabu (6/2/2019).
Namun, kesepakatan tersebut tidak ditepati, hingga pembangunan sudah hampir selesai, dan pembangkit listrik akan segera beroperasi. “Ini yang membuat masyarakat merasa ditipu, sebab masyarakat sudah merelakan tanahnya dipergunakan untuk pembangunan pembangkit listrik proyek nasional ini. Makanya masyarakat menuntut agar kesepakatan ini bisa dijalankan,” ungkapnya.

Adrianus menyebut, Granat Sikka mendesak pemerintah dan dan PLTMG Wairita melalui PT. MAN, agar dalam penerimaan tenaga kerja atau buruh, harus merujuk kepada kesepakatan yang sudah dibuat. Tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas. “Dalam konsultasi publik yang dilakukan oleh pemerintah dan PLN sebagai pemilik PLTMG dikatakan, tenaga kerja lokal akan mendapatkan peluang kerja di perusahaan ini,” terangnya.
Selain itu, warga Desa Hoder, akan mendapatkan pembangunan fasilitas air minum. Juga pemasangan listrik gratis. Namun demikian, semua pernyataan yang disepakati tersebut tidak dilaksanakan.
Martin Londa mewakili pimpinan dari PT. MAN Energy Solutions, saat berdialog bersama perwakilan pendemo mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti apa yang diminta warga. “Kalau kami diberi waktu selama sehari untuk menindaklanjuti hal ini, tentu kami tidak bisa penuhi sebab harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan perusahaan di Jakarta. Tapi tadi kami meminta waktu selama seminggu untuk mempertemukan pimpinan kami dengan masyarakat,” sebutnya.
Martin mengaku, pihaknya mengakomodir apa yang diminta pendemo. Namun, tentunya para pekerja yang akan direkrut harus sesuai dengan standar dari perusahaan. “Nanti hari Senin depan, pimpinan kami dari Jakarta akan hadir. Pastinya akan bertemu kembali dengan masyarakat dan membahasnya. Kami tetap berkomitmen untuk mengakomodir para pekerja lokal untuk bekerja di PLTMG ini,” tambahnya lebih lanjut.
Disaksikan Cendana News, puluhan pendemo yang terdiri dari masyarakat sekitar PLTMG Wairita, mendatangi lokasi pembangunan dengan berjalan kaki. Warga membawa poster bertuliskan tuntutan. Setelah berorasi di pintu masuk proyek PLTMG, aparat kepolisian dari Polres Sikka dan Kapolsek Waigete menemui massa pendemo. Tidak terlihat Camat Waigete dan Kepala Desa Hoder. Terlihat hadir, Frederik Edmundantes, Sekretaris Kesabangpol Kabupaten Sikka.