Inilah 16 Jabatan di Pemprov DKI yang Dilelang
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, proses lelang 16 jabatan eselon II di DKI Jakarta bakal dimulai Senin pekan depan. Menurut Anies, saat ini tengah dilakukan konsultasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dia menyebutkan konsultasi itu segera selesai dalam waktu dekat.
“Kita mengumumkan karena harus ada konsultasi dengan KASN. Sudah dilakukan sejak Selasa 26 Februari, kemarin. Karena itu, harapannya hari Jumat 1 Maret sudah selesai. Senin besok bisa diumumkan,” ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).
Anies menjelaskan, pendaftaran rencananya dibuka selama dua minggu. Namun, dia belum bisa memastikan kapan waktu seleksi lelang terbuka tersebut selesai. Nantinya, ada 16 jabatan yang masih kosong dan saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas.
“Kalau dari sisi pendaftarannya mungkin sekitar dua minggu. Tapi proses seleksinya akan sangat bergantung pada jumlah yang mendaftar, karena itu kemudian ada proses tertulis kemudian wawancara,” katanya.
Anies mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengenai lelang jabatan yang akan dilakukan. Meski masih dalam proses lelang, pekerjaan di dinas yang belum ada pejabatnya tidak akan terganggu.
“Posisi ini tidak kosong sebetulnya, ada Plt-nya. Dan saya ingin garisbawahi istilah yang harus digunakan adalah rotasi mutasi. Kalau baru bekerja dua minggu diberhentikan itu baru namanya dicopot,” ujar Anies.
“Tapi kalau sudah dua tahun lebih bekerja ya inilah organsiasi yang matang, melakukan rotasi mutasi untuk penyegaran organisasi dan juga kesempatan untuk tambah pengalaman,” tambahnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk mengisi jabatan yang kosong. Adapun 16 posisi jabatan eselon II atau pimpinan tinggi pratama masih kosong.
Posisi struktural tersebut akan diisi dengan mekanisme lelang jabatan aparatur sipil negara (ASN) DKI Jakarta.
“16 jabatan kosong dipimpin plt (pelaksana tugas) saat ini. Itu yang nanti akan dibuka (dilelang) 16 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),” kata Chaidir saat dihubungi, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019), kemarin.
Namun, waktu lelang masih menunggu Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Chaidir belum memastikan kapan lelang jabatan itu akan dibuka. Harus ada rekomendasi terlebih dahulu dari KASN. Koordinasi dilakukan sesuai perintah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
“Kita berkoordinasi dulu dengan KASN. Kalau sudah koordinasinya, rekomendasinya boleh, baru kita buka. Sebentar lagi, dalam waktu dekat,” ucap Chaidir.
“Seleksi terbuka, ada yang nasional, ada yang DKI. Kalau yang ini DKI semua, kecuali deputi gubernur,” sambungnya.
Kemudian dia menuturkan semua ASN yang berada di lingkungan Pemprov DKI Jakarta memenuhi persyaratan, wajib mengikuti seleksi terbuka. Selain jabatan eselon II, Pemprov DKI juga menggelar seleksi terbuka untuk jabatan eselon I, yakni deputi gubernur.
Meskipun hanya dua jabatan yang kosong, lelang jabatan itu dibuka untuk tiga posisi, yakni Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan; Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman; dan Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi.
Chaidir menyampaikan, jabatan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan serta Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman saat ini kosong dan diisi pelaksana tugas (Plt).
Berikut ini daftar jabatan eselon II yang siap lelang:
1. Kepala Badan Pengelola Aset Daerah DKI Jakarta.
2. Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta.
3. Kepala Badan Kesatuan dan Politik DKI Jakarta.
4. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.
5. Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta DKI Jakarta.
6. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang DKI Jakarta.
7. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
8. Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta.
9. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
10. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
11. Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta.
12. Kepala Biro Administrasi DKI Jakarta.
13. Direktur Utama RS Pasar Rebo.
14. Direktur Utama RS Cengkareng.
15. Wakil Kepala Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah DKI Jakarta.
16. Sekretaris Kota Jakarta Selatan.
Jabatan pimpinan tinggi madya atau eselon I:
1. Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan.
2. Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman.
Sebelumnya Pemprov DKI akan membuat panitia seleksi dari lingkup internal dan eksternal Pemprov. Hal ini untuk memunculkan pengisi jabatan baru yang memiliki kemampuan baik.
“Tentu ada panselnya, unsur dari Pemprov dan eksternal . Nanti kita umumkan panselnya. Harapan kita, generasi baru atau orang baru berpotensi yang tersembunyi di stafkan atau tidak memiliki jabatan sesuai kompetensi atau relevansi dengan latar belakang, berharap akan muncul,” tutupnya.