Disbudpar Harapkan Kota Malang Miliki TIC Representatif

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Kepala Seksi (Kasi) Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kota Malang, Agung Harjaya Buana, menyebutkan, Tourist Information Center (TIC) memiliki peranan yang sangat penting dalam mempromosikan berbagai wisata yang ada di suatu daerah, termasuk di kota Malang.

Hanya saja, saat ini, TIC yang ada di kota Malang bisa dibilang kurang representatif sehingga belum bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal.

“TIC adalah corong informasi pariwisata sehingga sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi kepada para wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun lokal,” ujarnya, Kamis.

Disebutkan Agung, di kota Malang sendiri sebenarnya terdapat TIC yang dikelola oleh pemerintah Kota Malang maupun pihak swasta. Selain itu, beberapa perguruan tinggi juga telah disurati untuk membuat TIC di lingkungan mereka.

“Di Malang yang sekarang nampak ada tiga TIC. Pertama adalah TIC milik pemerintah kota yang berada di depan mall Ramayana. Kemudian TIC swadaya milik Bapak Dwi Cahyono yang berlokasi di jalan Basuki Rahmat dan satu lagi di bandara Abdulrachman Saleh.

Selain itu, juga ada TIC yang menempel di tempat-tempat tour and travel karena secara otomatis mereka juga bertindak sebagai TIC bagi wisata di kota Malang,” tandasnya.

Menurutnya, dari tiga TIC yang berada di kota Malang tersebut, belum cukup representatif dalam memberikan informasi wisata kepada para wisatawan.

“Karena tidak representatif TIC sekarang ini, kita berharap bahwa ke depan TIC bisa mempunyai tempat yang representatif. Punya tempat yang bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang ingin bertanya, sekaligus ingin mengeksplor kota Malang lebih dalam lagi,” harapnya.

Harapannya, bisa mendapatkan ruang di bekas mall Ramayana dan di bekas PDAM untuk dijadikan TIC. Satu lagi di sekitar alun-alun yang direncanakan kolaborasi antara TIC pihak swasta dan pemerintah kota.

Menariknya, dua minggu yang lalu ada juga pengajuan dari masyarakat yang secara sukarela menyatakan kerelaannya agar tempatnya bisa dijadikan TIC, namun dengan catatan ada kerjasama dengan pemerintah kota.

“Artinya pemerintah kota yang menyediakan sumber daya manusianya, informasinya, mereka yang menyediakan tempatnya,” katanya.

Lihat juga...