Dandim Sikka Minta Petugas Rutin Angkut Sampah

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Dandim 1603 Sikka, meminta pemerintah daerah setempat untuk lebih mempersiapkan sarana pengangkutan sampah. Hal demikian disampaikan, ketika armada pengangkut sampah terlambat datang, saat bakti sosial bersih lingkungan dalam rangka Hari Pers Nasional 2019.

“Saat kegiatan bakti sosial saya melihat sampah-sampah sudah penuh di tempat sampah. Bahkan, karung-karung yang dipenuhi sampah belum juga diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan sampah,” kata Komandan KODIM (Dandim) 1603 Sikka, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, S.sos.,M.Sc., Jumat (8/2/2019).

Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf, Sugeng Prihatin, S.sos., M.Sc. -Foto: Ebed de Rosary

Melihat hal ini, Sugeng pun meminta agar saat ada kegiatan bakti sosial, petugas pengangkut sampah bersama kendaraan harus berada di lokasi. Ketika sampah sudah menumpuk dan dikumpulkan, maka harus segera diangkut agar jangan sampai berceceran lagi.

“Kalau terjadi hujan, maka sampah-sampah tersebut akan masuk ke got lagi dan membuat air tidak mengalir. Sarana pengangkutan sampah juga masih minim, sehingga ini harus jadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.

Saat sampah sudah menumpuk, tandas Sugeng, maka harus segera diangkut secara rutin. Apalagi, saat kegiatan bakti sosial, sampah sudah ditumpuk dan penuh di tempat sampah, maka harus ada petugas yang segera mengangkut dan membuanganya di TPS atau TPA.

“Masyarakat sudah mengumpulkan sampah, bahkan di tempat sampah sudah menumpuk, tetapi belum diangkut. Saya minta agar ke depan pemerintah menyiapkan armada yang cukup dan pengangkutan secara rutin,” tegasnya.

Apalagi, katanya, kalau sampah sudah dipilah, baik organik dan nonorganik, tentunya ada sampah yang bisa dikumpulkan dan dijual. Kegiatan bakti sosial ini penting memberikan penyadaran kepada masyarakat, untuk terus menjaga dan peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Sugeng melihat, kesadaran masyarakat untuk ikut andil membersihkan lingkungan cukup tinggi. Padahal, selama ini tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan membersihkan lingkungan masih sangat rendah dan terkesan masa bodoh.

“Saya tadi melihat sudah mulai ada kesadaran masyarakat untuk mulai membersihkan lingkungan, dan terlibat dalam kegiatan membersihkan lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan bukan tugas pemeirntah daerah saja, tetapi terutama menjadi tanggung jawab segenap masyarakat,” ungkapnya.

Camat Alok Kabupaten Sikka, Bonaventura Hendrikus Pedro Rodrigues, membenarkan keterlambatan mobil pengangkut sampah yang hadir di lokasi kegiatan bakti sosial. Dua mobil sampah yang disiapkan tiba di lokasi menjelang kegiatan selesai.

“Memang benar mobil sampah terlambat datang karena sopirnya terlambat datang. Ada dua mobil sampah yang ada, dan sampah yang dikumpulkan pun semuanya sudah diangkut dan dibuang ke TPA Wairii,” ungkapnya.

Bonaventura juga mengakui, sarana pengangkutan sampah masih kurang, tertutama kendaraan roda tiga dan mobil sampah. Bak-bak sampah juga masih kurang, sehingga harus ditambah lagi.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang sudah menginisiasi kegiatan bakti sosial membersihkan Kampung Buton, yang nota bene merupakan perkampungan padat dan tergolong kumuh. Semoga apa yang dilakukan bisa memberikan motivasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan,” sebutnya.

Lihat juga...