TNI-POLRI Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu di Malang
Editor: Koko Triarko
MALANG – Jelang diselenggarakannya Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan legislatif pada April mendatang, Komando Resor Militer 083/Baladhika Jaya (Korem 083/BDJ) mengadakan simulasi pengamanan Pemilu 2019. Komandan Resor Militer (Danrem 083/BDJ) Kolonel Inf. Bagus Suryadi Tayo, menyebutkan, saat ini masyarakat Indonesia dihadapkan dalam suasana Pemilu yang nantinya pada 17 April akan dilakukan tahap pemilihan suara.
“Semua tentunya berharap Pemilu dapat berjalan lancar, tertib dan aman. Tetapi sebagai aparat keamanan, kita wajib untuk menyiapkan diri, karena berbagai macam kemungkinan bisa saja terjadi pada saat Pemilu, di antaranya kerusuhan massa yang diakibatkan oleh banyak hal,” ujarnya, saat menghadiri simulasi pengamanan Pemilu di Lapangan Rampal, Jumat (8/2/2019).

Karena itu, sambungnya, pada hari ini pihaknya bersama dengan Kepolisian dan instansi terkait, berada di lapangan untuk menguji coba pelaksanaan pengendalian massa, bila situasi tidak terkendali.
Menurutnya, selain untuk meningkatkan kemampuan para personel dalam pengamanan pemilu, simulasi bersama tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk bisa menyatukan seluruh komponen keamanan di lapangan. Agar nantinya dari pihak TNI, POLRI, kemudian instansi terkait bisa bekerja sama dengan baik.
“Yang paling penting kita bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan unsur-unsur pengamanan lainnya. Agar pada saat kita betul-betul dibutuhkan, karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita sudah siap membantu,” jelasnya.
Bagus menambahkan, terkait prosedur tetap (Protap) pengamanan, pihaknya mengikuti apa yang biasa dilakukan kepolisian dalam melaksankan pengamanan pemilu.
“Kita ini sifatnya bantuan kepada kepolisian, sehingga langkah-langkah penindakan tentu akan dilakukan oleh pihak kepolisian. Kita membantu mereka dalam mengamankan massa,” terangnya.
Lebih lanjut, Bagus menyampaikan, dari berbagai laporan yang diterimanya, disebutkan selama ini Malang merupakan salah satu wilayah yang cukup aman dalam penyelenggaraan pemilu.
“Kita harus bersyukur, bahwa wilayah Malang ini termasuk daerah yang cukup aman. Kalau kita mendengar dari laporan-laporan yang disampaikan dan juga indeks kerawanan pemilu yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Malang termasuk wilayah yang aman dalam pelaksanaan Pemilu,” ungkapnya.
Hanya saja, kata dia, walau bagaimana pun juga sebagai aparat keamanan di wilayah Malang, tentu ini menjadi kewajiban untuk menyiapkan dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi segala macam masalah, termasuk kemungkinan terjadinya kerusuhan masa.
Sementara itu disebutkan, dalam simulasi pengamanan pemilu tersebut, melibatkan 300 orang personel, berasal dari KOREM 083/BDJ, Kepolisian dan unit Satuan K9 serta Pemadam Kebakaran (Damkar).