Bunga Cucak Rowo di Mekarsari, Tanaman Langka

Editor: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Dari berbagai varietas tanaman patah tulang, salah satu yang terkenal adalah varietas cucak rowo. Bahkan salah satu pengunjung di Taman Buah Mekarsari, menyebutkan, kalau varietas patah tulang cucak rowo ini termasuk salah satu jenis tanaman yang mulai langka.

Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, menyebutkan, penamaan cucak rowo diambil dari bunganya yang mirip dengan jenis burung cucak rowo.

“Cucak rowo ini termasuk varietas patah tulang yang mampu bertumbuh tinggi. Bunganya berwarna merah dengan tingkat warna merahnya bergantung pada paparan sinar matahari pada tanaman ini,” kata Sodikin di area Nursery, Taman Buah Mekarsari, Senin (25/2/2019).

Bunga cucak rowo memiliki bentuk kelopak yang kecil dan mengandung cairan manis sehingga sering dihinggapi lebah atau kupu-kupu.

“Dalam satu batang, bunganya akan tumbuh bergerombol dengan tidak terlalu banyak daun di sekitarnya,” ujar Sodikin.

Selain itu, yang membuat menarik dari tanaman bunga cucak rowo ini sebagai tanaman hias, adalah warna daunnya yang berwarna hijau pupus dengan corak di tengah batang daunnya.

Bunga cucak rowo yang sedang mekar – Foto: Ranny Supusepa

Tanaman cucak rowo atau yang bernama latin Pedilanthus bracteatus ini, mampu mencapai ketinggian 1 meter, jika tidak dilakukan pemangkasan secara berkala. Minimal, tanaman ini mampu mencapai ketinggian 60 cm.

“Seperti umumnya tanaman patah tulang yang lain, cucak rowo ini diperbanyak dengan stek batang. Dan hanya butuh waktu sekitar 6 bulan untuk mulai berbunga. Waktu ini termasuk singkat jika dibandingkan dengan varietas patah tulang lainnya,” papar Sodikin.

Dari bunganya yang mulai layu akan didapatkan biji yang berwarna hitam. Biji ini bisa digunakan pula untuk pembiakan tapi memang membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan penggunaan pembiakan stek batang.

Sodikin menyebutkan, cucak rowo ini merupakan salah satu tanaman hias yang tahan banting. Karena mampu bertahan pada udara panas maupun udara yang dingin.

“Walaupun dari segi tampilan banyak yang menganggap cucak rowo ini tidak terlalu menarik, tapi kaitannya dengan budaya Tionghoa membuat cucak rowo ini tetap memiliki penggemar. Beberapa literatur menyebutkan, bahwa tanaman cucak rowo ini banyak diimpor ke luar negeri,” ucap Sodikin.

Taman Buah Mekarsari menyediakan bibit cucak rowo dalam pot-pot kecil, yang berumur kurang dari lima bulan.

“Perawatan cucak rowo ini sangat mudah. Cukup disiram secara berkala dengan pemberian pupuk, antara 2-3 bulan sekali,” pungkas Sodikin.

Lihat juga...