Belajar membuat Gula Tebu di Agrowisata Bulak Barokah
Editor: Mahadeva
BANYUMAS – Banyak tempat wisata baru bermunculan di Kabupaten Banyumas. Wisata edukasi, menjadi pilihan banyak keluarga untuk menghabiskan waktu di berakhir pekan. Salah satu wisata edukasi yang banyak dikunjungi adalah Agrowisata Bulak Barokah. Di tempat tersebut, anak-anak bisa belajar bertani dan berternak, sekaligus menikmati durian.
Agrowisata Bulak Barokah, berada di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Tempat wisata tersebut sudah hampir satu tahun berdiri. Menempati lahan desa seluas 4 hetare, lokasi tersebut dipenuhi 650 pohon durian bawor, serta aneka sayuran. Ada juga tempat terapi ikan, yang dapat dimanfaatkan untuk melepas lelah setelah berkeliling kebun.
Pengunjung, juga akan disuguhi berbagai hal menarik yang saat ini sudah jarang dijumpai, seperti tempat pengolahan gula tebu. Di lokasi tersebut, terdapat alat penggilingan tebu tradisional, yang digerakan oleh ternak kerbau. Kerbau berjalan memutar secara terus menerus, untuk menggerakan alat penggilingan. Bagian punggung kerbau diberi kayu panjang, yang menghubungkan ternak dengan alat penggilingan.
Pemandangan tersebut sangat menarik pengunjung, terutama pengunjung dari kota, yang belum pernah melihat proses penggilingan tebu secara tradisional. Tiket masuk ke lokasi cukup terjangkau hanya Rp12 ribu per orang. Pengunjung sudah bisa menikmati pemandangan kebun durian, yang saat berbuah satu pohon bisa memiliki 40 buah. Namun, untuk menikmati buah durian, pengunjung harus membelinya terlebih dahulu. Harga durian Rp65 ribu per kilogram.

ʺTiket masuk Rp12 ribu, dan pengunjung bisa menikmati terapi ikan gratis, tetapi kalau untuk memetik durian atau sayur lainnya, nanti dihitung per kilogram,ʺ kata Kepala Desa Langgongsari, Rasim, Minggu (3/2/2019).
Menurut Rasim, banyak anak-anak sekolah datang untuk belajar pengolahan gula kristal maupun gula tebu. Mereka tertarik melihat kerbau yang berputar-putar, serta pekerja yang memasukan tebu ke alat penggilingan. Begitu pula dengan pembuatan gula kristal, seringkali pengunjung ikut mengaduk adonan gula di wajan besar.
Salah satu pengunjung, Deborah mengatakan, awalnya Dia datang ke agrowisata untuk membeli durian sambil berwisata. Namun, ternyata ada juga sayur mayur, sehingga Dia juga membelinya. ʺSayurnya langsung memetik sendiri di pohon dan bagus-bagus, jadi saya juga beli sayur, ini ada terong cukup banyak. Kalau buah durian jelas wajib beli, karena itu tujuan awal ke sini,ʺ tutur Deborah yang datang bersama keluarga.
Selain wisata edukasi dan kuliner durian, Bulak Barokah juga menjadi menyediakan titik swafoto bagi pengunjung. Pohon durian yang berbuah lebat, menjadi tempat foto favorit pengunjung. ʺJarang-jarang bisa foto dengan buah durian bergelantungan di pohon sebanyak ini, duriannya bahkan sampai ada yang menyentuh tanah,ʺ tutur pengunjung lain bernama Diah Nastiti.
Saat ini, Bulak Barokah sudah banyak dikenal. Dalam satu hari tingkat kunjungannya menyentuh ratusan orang. Pada hari libur meningkat sampat 300-an pengunjung.