Barongsai dan Ondel-ondel Meriahkan Cap Go Meh di Bekasi
Editor: Satmoko Budi Santoso
BEKASI— Perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, dimeriahkan ribuan peserta yang ikut turun ke jalan mengikuti pawai budaya di penghujung perayaan tahun baru Imlek 2570 tahun 2019.
Peserta pawai tersebut mengambil titik kumpul di Kelenteng Hok Lay Kiong, Jalan Kenari I, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ribuan peserta pawai berjalan mengitari beberapa ruas jalan, seperti jalan Perjuangan, di depan stasiun bekasi, Jalan Kartini, Jalan Agus Salim dan kembali lagi di Kelenteng Hok Lay Kiong.
Mereka sepanjang jalan menampilkan berbagai atraksi budaya, mulai dari Barongsai berbagai ukuran, Ondel-ondel khas Betawi sampai kesenian Reog Ponorogo, silat Betawi ikut tampil dalam pawai kebudayaan Cap Go Meh.
Berbagai pakaian adat pun ditampilkan, bahkan ada Joly, berbentuk tandu warna merah, cukup menarik perhatian penonton di sepanjang jalan. Bahkan tidak sedikit penonton yang memadati berbagai ruas jalan memberi angpao ke pemain barongsai.
Ketua Yayasan Panca Tridharma, Ronny Hermawan, mengakui, pawai budaya perayaan Cap Go Meh, sengaja memilih waktu dilaksanakan siang, demi rasa toleransi, agar tidak mengganggu pengguna jalan lain saat jam pulang kantor.
“Acara ini sengaja dilaksanakan siang, agar pawai budaya tidak mengganggu pengguna jalan saat pulang kerja. Dan ini bukti saling hormat menghormati dalam berdampingan,”ujar Ronny.
Ia mengaku, peserta yang mengikuti pawai budaya Nusantara tersebut, hadir dari berbagai daerah seperti Tangerang, Bogor dan Karawang ikut meramaikan perayaan Cap Go Meh di Bekasi.
Dikatakannya, Cap Go Meh melibatkan semua agama. Perlu dipahami perayaan Cap Go Meh, bukan perayaan agama. Sehingga bisa terlihat semua kebudayaan ada ikut dalam pawai.
Ronny berharap di tahun ini semua berjalan lancar, dan rukun menyambut perhelatan Pemilu 2019 biar beda pilihan tetapi jangan sampai merusak kebersamaan, persaudaraan dan terus menjaga keutuhan NKRI.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi, Zarkasih, mengapresiasi perayaan Cap Go Meh, yang dilaksanakan tahun 2019.

Dia mengatakan perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi ke depan akan menjadi kalender event tahunan di Kota Patriot. Pasalnya, sambung dia, Cap Go Meh disamping menjadi perayaan budaya juga sebagai momen membangkitkan wisata religi.
“Di Bekasi, bukan hanya orang Bekasi saja yang tinggal, tetapi muliti etnis, terbukti dalam rombongan pawai tadi, tidak hanya barongsai, Liong, tetapi ada Reog Ponorogo, budaya silat dan lainnya ikut memeriahkan pawai budaya Cap Go Meh,” papar Zarkasih,
Dikatakan, warga keturunan China di Bekasi, sudah lahir dan besar di wilayah tersebut. Sehingga mereka tentunya bagian dari Kota Bekasi.
Ia menambahkan ke depan, kegiatan Cap Go Meh di Bekasi, tidak hanya terpusat di Kelenteng Hok Lay Kiong, tetapi harus menyebar di beberapa lokasi di Kota Bekasi. Ada pun tema Cap Go Meh tahun 2570 di Kota Bekasi, sudah disepakati bersama panitia dengan menamakan Kolaborasi Budaya Nusantara.
Terkait anggaran perayaan Cap Go Meh, Zarkasih, mengatakan bahwa pelaksanaannya seratus persen dibiayai oleh panitia pelaksana. Pemerintah imbuhnya, hanya memfasilitasi seperti perizinan.
Diakuinya, dari Pemerintah Kota Bekasi, memang sudah menyiapkan dana untuk perayaan Cap Go Meh, karena ada pawai budaya tetapi tidak terserap.
“Panitia mengatakan semua sudah cukup, jadi kita tidak mengeluarkan dana. Kan tidak elok gelas kopi sudah penuh ditambah air lagi maka akan luber,” ujarnya mengibaratkan.
Namun demikian lanjutnya, dana yang awalnya untuk kegiatan Cap Go Meh dalam APBD Perubahan akan dialihkan untuk kegiatan lain supaya bisa terserap dan tidak mubazir.
Ia juga menjanjikan ke depan akan ikut melibatkan Barongsai, dan budaya China lainnya dalam kegiatan di Kota Bekasi seperti perayaan HUT RI, akan ikut ditampilkan.
Pantauan Cendana News, pawai Budaya perayaan Cap Go Meh di Kota Bekasi, berlangsung hingga sore, dan tidak sedikit peserta pawai yang pingsan dan harus mendapat perawatan. Hal tersebut karena rute cukup jauh dan cuaca yang cukup panas.