Barbershop, Peluang Bisnis Terbuka di Flores

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Bisnis pangkas rambut khusus pria, berkembang pesat di Flores. Hal itu seiring kemajuan zaman dan tuntutan gaya hidup. Namun, peluang bisnis pangkas rambut dengan memberikan pelayan khusus belum dikenal didaerah tersebut, dan masih menjadi peluang bisnis yang terbuka lebar.

Paulus Yonas Lirong salah seorang pemilik usaha pangkas rambut di kota Maumere. Foto : Ebed de Rosary

“Dulu di Maumere pernah ada bisnis ini, namun rupanya tidak banyak peminat sehingga tutup. Bisa jadi harga yang diberikan terlalu mahal dan tidak terjangkau masyarakat,” sebut Paulus Yonas Lirong, salah seorang pemilik usaha pangkas rambut di Maumere, Selasa (26/2/2019).

Yonas menyebut, kaum pria di Maumere dan Flores pada umumnya, lebih banyak memangkas rambut di tukang pangkas biasa. Untuk sampai kepada barbershop, harus memiliki peralatan yang memadai, dan tempat usaha yang lebih nyaman. “Pelayanan yang diberikan berbeda, dan harganya sudah pasti lebih mahal. Untuk pangakas rambut saja di Maumere hanya ada sekitar tujuh tempat usaha dengan rata-rata mematok harga Rp11 ribu sampai Rp15 ribu,” ungkapnya.

Bisnis pangkas rambut, peluangnya masih terbuka lebar. Yonas menyesalkan, belum banyak warga yang terjun dalam usaha tersebut, meskipun memiliki keahlian memangkas rambut. “Banyak anak muda kita yang piawai memangkas rambut sesuai mode terkini. Kalau mengikuti pelatihan atau kursus dan ditekuni, usaha pangkas rambut tentunya akan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” tuturnya.

Keuntungan dari bisnis pangkas rambut sangat menjanjikan dan tergolong lumayan besar. Dalam sebulan, Yonas bisa mengantongi keuntungan bersih minimal Rp10 juta. “Pendapatan ini tergolong lumayan besar bila dibandingkan dengan pekerja kantoran dan pegawai negeri sipil. Tetapi memulai bisnis harus berani dan tekun,” ungkapnya.

Gregorius Mikael S.Wora, pemangkas rambut lain di Kota Larantuka menyebut, bisnis pangkas rambut memang menggiurkan. Pendapatan lumayan besar ada di depan mata, sebab jumlah usaha pangkas rambut masih minim di Kota Larantuka.

“Di kota Larantuka paling banyak ada lima usaha pangkas rambut, namun semuanya masih tradisional. Tidak ada barbershop di kota ini, sebab memang masyarakat  belum terbiasa mendapatkan pelayanan ekstra dengan mengeluarkan biaya yang lebih mahal,” tuturnya.

Yos menyebut, kemungkikan di lima tahun ke depan, bisnis barbershop akan mulai berkembang di Larantuka. Namun tentunya, harga pelayanan yang diberikan tidak terlalu mahal, dan maksimal Rp20 ribu sampai Rp25 ribu agar bisa terjangkau masyarakat.

Baik Yonas maupun Yos yakin, bisnis pangkas rambut di daerahnya, pasti akan terus berkembang. Dan barbershop pasti akan segera dibuka. Hal tersebut, seiring gaya hidup di Kota Maumere, yang mulai berkembang pesat dan kota pun semakin ramai. “Saya berkeinginan dalam beberapa tahun ke depan akan membuka barbershop, dan memiliki beberapa usaha pangkas rambut. Saya melihat peluang bisnis ini menjanjikan,” pungkas Yonas.

Lihat juga...