Bawaslu RI, Ajak Perempuan Berperan Dalam Pengawasan

Editor: Mahadeva

Ratna Dewi Pettalolo, Koordinator Divisi Penindakan  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI – foto M Amin

BEKASI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengajak kalangan perempuan berperan aktif mengawasi Pemilu 2019.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, menyebut, dari sejumlah pelanggaran yang telah terjadi, banyak mengikutsertakan peran perempuan. Baik hanya dimanfaatkan sebagai objek, maupun sebagai subjek pelaku pelanggaran.

“Kita lihat, akhir-akhir ini, kampanye diwarnai banyak hal yang sebelumnya banyak tidak diduga, seperti pembawa pesan sara, intimidasi, penghinaan, dan ujaran mengandung unsur kebencian,” kata Ratna, usai sosialisasi pengawasan Pemilu bagi kaum perempuan di Kota Bekasi, Selasa (26/2/2019).

Dikhawatirkannya, kalangan perempuan tidak mengetahui apa yang dilakukan baik ujaran kebencian dan perilaku lainnya sebagai bentuk pelanggaran, dan bisa masuk dalam unsur pidana.  “Sesuai data, jumlah pemilih perempuan di Pemilu 2019 mencapai 50 persen lebih. Untuk itu, perannya harus aktif,” tandas Ratna lebih lanjut.

Bawaslu RI disebutnya, saat ini fokus pada dua hal yang menjadi bahaya politik. Pertama adalah politik uang, dimana bisa menurunkan kualitas Pemilu. Kemudian yang kedua, mengenai Suku Agama, Ras dan Antar Golongan (Sara), yang bisa memicu terpecahbelahnya masyarakat. Melalui sosialisasi, Bawaslu ingin menjadikan pemilih cerdas, tanpa Sara. Perempuan tidak menjadi bagian dari hoaks. Perempuan harus berperan dan ikut memantau dan melapor ke Bawaslu, jika terjadi pelanggaran Pemilu.

Semua pihak, memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga pemilu tetap aman jujur dan adil. Ratna berharap, pemilu serentak, bisa menjadi bagian penting berlangsungnya kehidupan ketatanegaraan yang baik.

Lihat juga...