Alami Blackout, KMP BSP 1 Berhasil Disandarkan di Pelabuhan Merak
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Insiden mesin mengalami korsleting (blackout) dialami Kapal Motor Penumpang (KMP) BSP 1. Kejadian di lintas Selat Sunda tersebut, sempat membuat panik penumpang yang diangkutnya. Informasi yang dihimpun Cendana News, insiden tersebut terjadi saat kapal berlayar, dari dermaga satu Pelabuhan Bakauheni.

Fery Hendry Yamin, Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni menyebut, blackout terjadi pada mesin bantu, akibat kabel terbakar. Saat terjadi insiden terjadi, kapal berada di dekat Pulau Tempurung, dan berada di posisi luar alur masuk kePelabuhan Merak. Akibat insiden tersebut, sejumlah kapal dikerahkan mendekat, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Kapal yang mendekat untuk memberikan pertolongan diantaranya, KMP Batu Mandi, KMP Royal Nusantara, KMP Titian Murni. Beruntung, upaya pemadaman bagian mesin yang terbakar dapat dilakukan oleh kru kapal.
“Berdasarkan informasi yang diteruskan oleh petugas dari KMP BSP 1, setelah api bisa dipadamkan semua mesin langsung dimatikan, menghindari hal tidak diinginkan dan langsung dikerahkan tug boat, untuk menarik kapal ke pelabuhan Merak,” terang Fery Hendry Yamin, saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis malam (7/2/2019).
Usai korsleting, kapal milik PT. Tri Sumaja Lines tersebut, langsung dipandu KMP Batu Mandi menuju ke dermaga 6 Pelabuhan Merak. Penumpang yang ada di kapal langsung diturunkan dan didata oleh petugas. Kendaraan yang berada di atas KMP BSP 1, langsung diturunkan. Petugas melakukan pemeriksaan mesin kapal yang terbakar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Cendana News dari KSOP Kelas V Bakauheni, kapal tersebut berangkat dari dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni. Sesuai dengan manifes, mengangkut penumpang 196 orang pejalan kaki, dan 50 unit kendaraan campuran.
Akibat insiden tersebut dipastikan kapal roll on roll off (Roro) rute Bakauheni-Merak tersebut, untuk sementara akan dianchorkan atau diistirahatkan. Pemeriksaan akan dilakukan oleh Marine Inspector, untuk mengetahui sebab pasti insiden pada mesin kapal tersebut.
Meski ada insiden, aktivitas penyeberangan tetap berjalan normal. Sejumlah kapal terlihat tetap berjalan normal, melayani penumpang di enam dermaga yaang dioperasikan. Hasan Lessy, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut, pelayaran pada Kamis (7/2/2019) malam tetap berjalan. Ada 28 unit kapal yang beroperasi.