TMII Terus Berbenah, Demi Kenyamanan Pengunjung
Editor: Mahadeva
JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berkembang dan berbenah. Salah yang dilakukan, adalah pelebaran jalan untuk memperlancar arus kendaraan.

Kepala Bidang Humas TMII, Jerry PT. Lahama, mengatakan, TMII dibangun di atas lahan seluas150 hektare. Dan saat ini sudah tidak bisa menambah luasnya. Namun, karena TMII merupakan proyek tumbuh, pengembangan dan inovasi harus terus dilakukan. Pelebaran jalan, untuk memperlancar akses kendaraan, adalah salah satu yang harus dilakukan.
“TMII ini, proyek bertumbuh, meskipun lahan terbatas. Kita inovasi menata TMII agar nyaman tidak macet. Ya, seperti pelebaran jalan ini disamping Anjungan Sulawesi Tenggara ini,” kata Jerry kepada Cendana News, Kamis (31/1/2019).
Pelebaran jalan tersebut, saat ini masih dalam proses penyelesaian. Untuk memudahkan akses kendaraan, tikungan di area tersebut dibuat menipis. Kemudian, jalur gorong-gorong juga diperbaiki. Semua perbaikan tersebut dilakukan, untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
Sebelumnya, pelebaran jalan sudah beberapa kali dilakukan. Seperti di depan Museum Penerangan, tikungan tajam di area tersebut dibuat menipis. Begitu pula pelebaran jalan di pintu tiga, yang sebelumnya dua jalur diperluas menjadi empat jalur. Selain itu, pelebaran jalan di seberang Plaza Tugu Api Pancasila. Dilakukan dengan memperbaiki tikungan jalan yang mengarah ke stasiun kereta gantung dan snowbay.
“Siku-siku jalan yang sebelumnya tidak bisa dilintasi bus diperbaiki untuk memudahkan kendaraan masuk. Karena dari pintu utama TMII, bus itu diarahkan ke area tersebut untuk masuk parkir utara atau memutar keliling lewat jalur belakang,” ujarnya.
Perluasan area parkir juga dilakukan. Di miniatur Candi Borobudur, halamannya di potong sedikit untuk area parkir. Di dekat pintu masuk pintu tiga, juga disiapkan fasilitas parkir. Adapun yang baru terselesaikan, adalah area parkir di dekat pintu empat. Ada penambahan pintu gerbang lima, lokasinya di samping Taman Budaya Thionghoa. Pintu lima ini digunakan untuk akses keluar kendaraan.
“Khusus pintu lima, untuk akses keluar kendaraan saja tembus ke Jalan Raya Cilangkap. Seperti pada tahun baru kemarin, kita buka untuk menghindari kemacetan kendaraan yang akan keluar TMII,” tandasnya.
Sebelumnya, TMII memiliki empat pintu. Yaitu, pintu masuk utama TMII, pintu dua (gerbang utara), pintu tiga (gerbang selatan) dan pintu empat (gerbang timur). Pengembangan TMII, terus dilakukan dengan menginovasi fasilitas untuk memberikan kenyamanan pengunjung. “Kita lakukan inovasi tapi tidak merusak tatanan pagar budaya bangsa yang tercermin di TMII,” pungkasnya.