SIGI – Kementerian Sosial memperkuat Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan layanan bergerak lewat satu unit mobil LDP.
“Setelah gempa bumi dan likuifaksi kami menganggap Sulteng betul-betul membutuhkan LDP secara maksimal,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial, Harry Hikmat, di Sibalaya Selatan, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa.
Harry Hikmat yang mewakili Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, secara nasional, Sulawesi Tengah menjadi provinsi pertama yang mendapatkan mobil LDP. Sebelumnya, layanan tersebut dilakukan dengan mengerahkan tenaga LDP langsung ke posko-posko atau saat ini dalam bentuk kunjungan rumah (home visit).
Mobil LDP dilengkapi dengan alat-alat seperti untuk terapi bermain, terapi seni dan layanan penanganan trauma lainnya yang berfungsi untuk menghibur dan mengedukasi.
Menurut Harry, mobil tersebut nantinya akan bergerak ke titik-titik posko atau huntara yang masih membutuhkan layanan dukungan psikososial.
Harry mengatakan, Kementerian Sosial mengedepankan layanan terpadu sehingga nantinya mobil LDP akan hadir di lokasi tempat dibangun dapur umum.
“Targetnya nanti setiap provinsi punya satu mobil LDP, dan paling tidak pada 2025 seluruh provinsi sudah tersedia satu unit,” tambah dia.
Dirjen Linjamsos, Harry Hikmat, mewakili Menteri Sosial, menyerahkan bantuan senilai Rp2,9 miliar untuk penanganan bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.
Bantuan tersebut berupa 1.000 paket peralatan dapur keluarga senilai Rp1,2 miliar, pengerahan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) masa transisi darurat sebanyak 129 personel.
Selain itu juga bantuan paket makanan dan perlengkapan keluarga masing-masing 1.000 paket, water treatment dan mobil LDP. (Ant)