Korban Meninggal Longsor Sukabumi Bertambah, Jadi 5 Orang

Editor: Makmun Hidayat

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho - Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA — Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban longsor yang menimbun 30 unit rumah terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan di Dusun Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Data sementara per 1 Januari 2019 pukul 10.00 WIB dari Posko Tanggap Darurat di Desa Sirnaresmi tercatat 32 KK (107 jiwa) terdampak longsor dimana 5 orang meninggal dunia.

“Data sementara per 1 Januari 2019 pukul 10.00 WIB dari Posko Tanggap Darurat di Desa Sirnaresmi tercatat 32 KK (107 jiwa) terdampak longsor di mana 5 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, 61 orang selamat dan ditempatkan di pengungsian dan 38 orang belum ditemukan,” kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB lewat keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Sutopo menyebutkan, pada hari ini hingga pukul 10.00 WIB ditemukan tiga korban meninggal dunia yaitu satu orang laki-laki, satu orang perempuan dan satu orang bayi. Sebelumnya, pada 31/12/2018 malam ditemukan 2 orang korban meninggal dunia dimana satu laki-laki dan satu perempuan, sehingga total korban meninggal hingga saat ini 5 orang.

“Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor,” ujarnya.

Menurut Sutopo, pencarian masih dilakukan secara manual karena alat berat sulit didatangkan kelokasi bencana. Tiga alat berat sudah disiapkan namun masih sulit didatangkan ke lokasi karena akses jalan yang sempit, berbukit dan medannya berat.

“Bantuan sendiri terus berdatangan tapi terhambat oleh banyaknya masyarakat yang melihat bencana. Masyarakat berdatangan ingin melihat lokasi bencana. Ada juga ingin menengok dan membantu kerabat yang terkena bencana,” jelasnya.

Kondisi jalan yang sempit lanjut Sutopo, menyebabkan bantuan, baik personel SAR, logistik, ambulan dan sebagainya terhambat kemacetan. Hal ini juga terjadi saat penanganan bencana seperti tsunami di Pandeglang dan Serang, longsor Banjarnegera, longsor Brebes, jebolnya Situ Gintung dan sebagainya.

“Longsor susulan masih terjadi meski intensitasnya kecil. Kondisi tanah juga rapuh, terurai dan berlumpur akibat hujan menyebabkan kesulitan tim SAR mencari korban. BPBD Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan relawan memberikan bantuan logistik dan pelayanan kesehatan,” sebutnya.

Lihat juga...