Indonesia Patut Belajar Cara Spanyol Menjaring Wisatawan

Wisatawan lokal menikmati suasana keindahan dan semilir pantai Batu Gusung di Kecamatan Rajabasa - DOK CDN

MADRID – Indonesia patut belajar dari Spanyol, cara mendatangkan wisatawan mancanegara. Termasuk cara mengelola industri pariwisata, dan strategi pemerintah mengelola berbagai obyek, sarana, dan prasarana wisata.

“Pariwisata di Spanyol adalah penyumbang utama ketiga bagi kehidupan ekonomi nasional setelah sektor industri dan bisnis dan perbankan, menyumbang sekitar 10 hingga 11 persen dari PDB Spanyol. Sedangkan Indonesia mengharapkan industri pariwisata dapat mendatangkan devisa negara setelah kelapa sawit,” kata Dubes Indonesia di Spanyol Hermono.

Hal itu diungkapkan Dubes Hermono, saat berkunjung ke paviliun Indonesia di pameran pariwisata terbesar di Spanyol Feria Internacional de Turismo (FITUR) Madrid 2019. Pameran diadakan di Feria de Madrid, Spanyol. Dubes menyebut, wisatawan yang datang ke Spanyol banyak yang overland. Hal itu dikarenakan posisi Spanyol yang berada di daratan Eropa, yang tentunya menjadi tujuan populer liburan musim panas.

Mereka mendapatkan sejumlah besar wisatawan dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Benelux, dan Amerika Serikat, serta dari negara dengan berbahasa Spanyol. Pada 2017, Spanyol adalah negara kedua yang paling banyak dikunjungi wisatawan di dunia. Jumlah wisatawannya mencapai 82 juta orang. Hal itu menandai tahun kelima berturut-turut dari pemecahan rekor.

Spanyol menempati peringkat pertama di antara 136 negara dalam Indeks Daya Saing Perjalanan dan Pariwisata dua tahunan, yang diterbitkan World Economic Forum pada 2017. Organisasi Pariwisata Dunia (UN WTO), juga memiliki kantor pusat di Madrid.

Kehadiran paviliun Indonesia dalam pameran pariwisata yang digelar untuk ke 39 kalinya, terbesar ketiga setelah ITB Berlin dan WTM London, adalah dalam upaya menjaring wisatawan Spanyol sekaligus wisatawan mancanegara. Banyaknya industri pariwisata yang datang dari berbagai negara, mengikuti pameran pariwisata yang dibuka Raja Spanyol.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan, dalam pameran kali ini, paviliun Indonesia mengusung Phinisi. “Spanyol menjadi salah satu penyumbang wisman besar ke Indonesia. Posisinya berada diperingkat ketujuh dalam hal jumlah kunjungan wisatawan dari Eropa ke Indonesia,” katanya.

Spanyol tercatat menyumbang wisman sebanyak 81.690 wisman ke Indonesia pada 2017. Torehan ini pun terkoreksi positif di 2018, dengan 86.558 orang wisatawan, atau naik sebesar 5,95 persen. Diharapkan selain dapat belajar dari Spanyol dalam mendatangkan wisatawan, Indonesia terus berupaya menarik wisatawan Spanyol. “Pemerintah Indonesia menargetkan mampu membukukan transaksi Rp236 miliar dalam ajang pameran pariwisata Fitur Madrid tahun ini,” pungkas Nia Niscaya. (Ant)

Lihat juga...