Harga Kopra Anjlok, Anak Petani Diprioritaskan Dapat Beasiswa
TERNATE – Mahasiswa anak petani kelapa di Maluku Utara (Malut) diprioritaskan mendapat beasiswa dari Pemprov Malut. Beasiswa di 2019 tersebut, akan diberikan baik untuk yang kuliah di swasta maupun negeri.
“Mahasiswa anak petani kelapa, diprioritaskan mendapat beasiswa dari Pemprov, karena mereka kesulitan membayar biaya kuliah akibat anjloknya harga kopra,” kata Wakil Gubernur Malut, M Nasir Thaib, Sabtu (26/1/2019).
Sejak anjloknya harga kopra di Malut, yang hanya mencapai Rp3.000-an per kilogram. Para petani kelapa tidak lagi mengolah kopra untuk menghindari kerugian. Akibatnya, mereka tidak lagi memiliki penghasilan untuk membiayai kuliah anak. Wagub tidak menyebut secara rinci, jumlah untuk mahasiswa anak petani kelapa di Malut.
Saat ini masih dilakukan upaya pendataan, dengan menggandeng seluruh perguruan tinggi dan swasta di daerah tersebut. Pemberian beasiswa kepada mahasiswa anak petani kelapa, merupakan bentuk kepedulian pemprov terhadap kelangsungan pendidikan anak petani kelapa.
Salah seorang mahasiswa anak petani kelapa yang kuliah di Unversitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Riski Muale, menyambut positif kepedulian Pemprov Malut. Namun demikian, diharapkan beasiswa yang diberikan tidak hanya untuk membayar uang SPP semester. Masalahnya kalau hanya untuk uang semester, mahasiswa tetap akan kesulitan untuk kuliah, karena masih membutuhkan biaya lain, seperti sewa kamar kos dan uang makan sehari-hari.
Oleh karena itu diharapkan, agar beasiswa yang diberikan selain uang semester, juga biaya sewa kamar kos dan uang makan. Anjloknya harga kopra, membuat orang tua belum memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan sewa kamar kos dan uang makan.
Selain itu, diharapkan Riski, Pemprov Malut segera mengupayakan naiknya harga kopra. Harapannya, sampai di atas Rp6.000 per kilogram. Hal itu agar para petani kelapa di daerah tersebut, bisa mendapat keuntungan dan pada gilirannya tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan kuliah anaknya. (Ant)