Devita, Dua Kali Raih Beasiswa Kemenristek Dikti
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Setiap tahun, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengeluarkan beasiswa untuk berbagai kalangan, termasuk para akademisi. Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, dibutuhkan berbagai persyaratan.
Peraih beasiswa Kemenristek Dikti dua kali berturut-turut, Devita Elsanti, yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi DIII Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berbagi kiat untuk bisa meraih beasiswa bergengsi tersebut.
Menurutnya, syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah nilai International English Language Testing System (IELTS) dan Test of English as a Foreign Laguange Institute Testing Program (TOEFL ITP) Bahasa Inggris.
IELTS adalah rangkaian tes yang dirancang untuk menguji kemampuan berbicara, mendengar, membaca dan menulis dalam Bahasa Inggris. Sedangkan TOEFL ITP merupakan tes yang menggunakan sistem pilihan ganda.
ʺSebaiknya jauh-jauh hari kita menyiapkan skor nilai IELTS dan TOEFL ITP Bahasa Inggris, tentu harus didalami terlebih dahulu, supaya mendapatkan skor yang bagus. Nilai IELTS dan TOEFL ITP Bahasa Inggris ini menjadi salah satu pertimbangan utama, karena sebagian beasiswa dilaksanakan di luar negeri,ʺ tuturnya, Kamis (31/1/2019).
Devita sudah dua kali mendapatkan beasiswa dari Kemenristek Dikti. Pada 2017, ia mendapatkan beasiswa Short Course Health Science di Taipei Medical University, Taiwan. Danm pada akhir 2018, ia kembali mendapatkan beasiswa serupa di Coventry University, United Kingdom, Inggris.
ʺBeasiswanya sama, namun temanya berbeda, kalau yang pertama saya belajar tentang Microbiology dan Immnology, yang kedua kemarin, tentang Universal Health Coverage, atau tentang jaminan kesehatan di Inggris yang dikenal mempunyai sistem terbaik,ʺ jelasnya.
Kompetisi untuk mendapatkan beasiswa tersebut tidaklah mudah. Devita harus berlomba dengan ratusan dosen di seluruh Indonesia. Dari seluruh pendaftar, hanya diambil 24 dosen penerima beasiswa. Ia mengaku sangat senang saat mengetahui lolos beasiswa ke Inggris, sebab negara tersebut sudah lama sekali ingin dikunjungi.
Devita mendapat kesempatan untuk mempelajari dan memahami prinsip dasar Universal Health Coverage. Dan, Universitas Coventry tempat dilaksanakan short course merupakan salah satu universitas yang sudah menjalin kerja sama dengan UMP. Sehingga diharapkan, ke depan UMP bisa melaksanakan penelitian bersama, atau pun publikasi ilmiah Internasional dengan Universitas Coventry.