Bersihkan Area Longsor, BPBD Lamsel Kirim Logistik bagi Warga
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mengirim logistik ke lokasi bencana tanah longsor.
Logistik tersebut dikirimkan untuk membantu masyarakat yang ikut bergotongroyong membersihkan material tanah longsor di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni.
I Ketut Sukerta, Kepala BPBD Lamsel menyebut, logistik dikirim untuk konsumsi warga yang masih bekerja membersihkan badan jalan tertimbun longsor.
Sejumlah logistik yang dikirim disebut I Ketut Sukerta, berupa beras, mi instan, telur, air minum kemasan. Logistik makanan tersebut diakuinya dipergunakan bagi masyarakat Desa Kelawi yang sejak pagi masih terus membersihkan material tanah longsor di Dusun Minang Rua, Desa Kelawi.
Pascadidistribusikan dengan kendaraan truk milik BPBD Lamsel, sejumlah ibu rumah tangga di Desa Kelawi langsung mendirikan dapur umum di rumah salah satu warga.

Pendistribusian logistik oleh BPBD Lamsel dilakukan sebab proses pembersihan area longsor melibatkan ratusan warga, unsur TNI dan aparat kecamatan. Ratusan masyarakat yang dikerahkan tersebut di antaranya berasal dari Desa Kelawi, Koramil 0421-03/ Penengahan, yang sejak pagi telah melakukan upaya membuka akses jalan akibat tertimbun longsor. Hingga siang proses pembersihan material longsor berupa tanah, batu, masih terus dilakukan.
“Berbagai unsur pemerintah kabupaten Lampung Selatan, TNI, masyarakat masih terus melakukan pembersihan lokasi longsor sehingga perlu ada dukungan logistik karena warga juga membutuhkan konsumsi,” terang Kepala BPBD Lampung Selatan, I Ketut Sukerta, saat ditemui Cendana News di lokasi longsor Desa Kelawi, Selasa (22/1/2019).
Hingga tengah hari, proses pembersihan area longsor disebut I Ketut Sukerta sudah berhasil membuka badan jalan. Pada titik badan jalan longsor Dusun Kepayang, Desa Kelawi, akses jalan sudah bisa dilintasi.
Proses pembersihan di titik Dusun Kepayang diakuinya lebih cepat dilakukan karena mempergunakan alat berat jenis loader wheel. Pada titik akses jalan penghubung Dusun Minang Rua, akses jalan baru bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua akibat batu batu besar masih menimbun badan jalan.
Yeni, salah satu ibu rumah tangga yang memasak menyebut, dapur umum difungsikan pada salah satu rumah warga. Proses memasak bagi warga yang bergotong royong membersihkan material longsor melibatkan sejumlah ibu rumah tangga di Desa Kelawi.
Kesiapan warga dalam pembuatan dapur umum diakuinya sudah kerap dilakukan, terlebih wilayah Kelawi khususnya Dusun Minang Rua pernah terimbas terjangan gelombang tsunami.
“Sebelum logistik tiba, para ibu rumah tangga diminta oleh pihak desa untuk memasak dengan logistik yang dikirim dari BPBD Lamsel,” terang Yeni.
Yeni menyebut, membuat sekitar 100 porsi lebih nasi bungkus untuk dikirim bagi warga yang bergotong royong membersihkan material longsor. Gotong royong dilakukan oleh masyarakat pada titik akses jalan Minang Rua akibat alat berat sulit menjangkau lokasi.
Proses pembersihan material longsor tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga sore hari hingga masyarakat kembali bisa mempergunakan jalan penghubung Minang Rua dan desa Kelawi.
Kepala Dusun Minang Rua, Supadi, menyebut, akses jalan tertimbun longsor merupakan akses satu-satunya bagi warga. Jika akses jalan tersebut tidak segera dibuka masyarakat yang akan melakukan aktivitas di wilayah Bakauheni dan sekitarnya terpaksa mempergunakan perahu.
Perahu dari dusun Minang Rua diakuinya bisa mendarat di pantai Belebuk Desa Totoharjo. Selanjutnya warga bisa menggunakan akses jalan penghubung Kecamatan Bakauheni dan Rajabasa.
“Gotong royong oleh warga desa dibantu unsur TNI dan pemerintah membantu warga sehingga akses jalan bisa dilintasi,” terang Supadi.
Supadi menyebut, dalam dua bulan terakhir warga dusun Minang Rua tertimpa musibah bencana alam. Pada Sabtu (22/12/2018) sejumlah rumah warga di pantai Minang Rua diterjang tsunami dengan kerusakan pada fasilitas rumah warga, fasilitas wisata, puluhan perahu dan bagan apung nelayan.
Selain kerusakan pada rumah warga, meski tidak ada korban jiwa, sebanyak 222 jiwa di Dusun Minang Rua harus mengungsi. Kemudian, tanah longsor akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Senin malam (21/1/2019) membuat longsor menimbun badan jalan penghubung Dusun Minang Rua dengan kampung lain.