Banjir, Usaha Perikanan di Bakauheni Merugi

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Banjir luapan Sungai Pegantungan,di Desa Bakauheni, berimbas pada sejumlah usaha milik warga setempat. Seperti yang dialami Ambo Ajak, salah satu pemilik usaha pembuatan teri rebus.

Ambo Ajak, salah satu produsen teri rebus mengalami kerugian puluhan juta akibat banjir – Foto Henk Widi

Akibat banjir, Ambo Ajak mengalami kerugian di atas sepuluh juta rupiah. Kerugian berasal usaha yang tidak bisa berjalan. Teri kering rebus yang siap dijual hanyut terbawa banjir, dan sebagian basah. Lokasi usaha milik Ambo Ajak berada di dekat sungai Pegantungan. Banjir, membuat pondasi tempat usaha ambrol. Puluhan karung berisi garam hanyut terbawa arus sungai.

Banjir melanda wilayah Pegantungan pada Senin (21/1/2018) malam, akibat hujan deras yang terjadi. Banjir mencapai ketinggian 90 sentimeter. Pekerja, yang sebagian adalah warga setempat, sibuk menyelamatkan barang milik keluarga akibat banjir. “Kami sibuk menyelamatkan barang berharga yang ada di dalam rumah, terutama barang elektronik, sehingga tidak sempat menyelamatkan barang untuk proses pembuatan teri rebus, termasuk teri rebus di dalam gudang,” terang Ambo Ajak saat ditemui Cendana News, Selasa (22/1/2019).

Banjir terjadi malam hari, bersamaan dengan padamnya listrik. Hal itu membuat Ambo Ajak tidak bisa menyelamatkan lokasi usahanya. Alat pengeringan teri rebus, banyak yang hanyut di bawa air sungai. Gudang yang berjarak puluhan meter dari rumah, dilengkapi ratusan alat penjemuran ikan teri (senoko) baru bisa dibereskan siang harinya.

Kerugian paling terasa adalah hanyutnya 17 kardus teri kering yang sudah dikemas. Satu kardus berisi teri kering 12 kilogram yang akan dikirim ke Jakarta pada Rabu (23/1/2019). Dari perhitungan yang dilakukan, untuk teri siap kirim saja, Ambo Ajak mengalami kerugian Rp600 ribu per kardus. “Banjir tahun ini lebih parah dari tahun kemarin, kerugian secara finansial lebih besar,” beber Ambo Ajak.

Marjuki, pemilik kolam ikan air tawar di Pegantungan, juga harus kehilangan ribuan ekor ikan patin. Dari perhitungan yang dilakukan, jumlah Ikan patin hilang berkisar 12.000 ekor. Saat ini hanya tersisa sekira 5.000 ekor ikan patin, yang seharusnya akan dipanen awal Februari mendatang. “Kerugian diperkirakan puluhan juta karena ikan patin yang hanyut menjelang usia panen,” terang Marjuki.

Marjuki, salah satu pengelola kolam ikan patin, nila yang hilang terbawa banjir sungai Pegantungan,Bakauheni,Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Yuli, salah satu warga Dusun Pegantungan menyebut, banjir membuat peralatan rumah tangga terendam. Hingga Selasa sore, proses pembersihan masih harus dilakukan. Hingga Selasa sore, Yuli menyebut, belum ada bantuan yang diterima warga. Selain peralatan rumah tangga, banjir juga membuat halaman rumah terimbas sampah. “Hujan kembali mengguyur wilayah Bakauheni hingga Selasa sore, kami masih was-was, akan ada banjir susulan,” tandas Yuli.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, yang mengunjungi lokasi banjir menyebut, pemerintah daerah telah melakukan penanganan di lokasi bencana. Pada titik longsor di Dusun Minang Rua dan Kepayang, Desa Kelawi, BPBD Lamsel, dibantu masyarakat dan anggota Koramil 0421-03/Penengahan, melakukan upaya pembersihan. “Bantuan berupa alat berat untuk proses normalisasi sungai, telah kami terjunkan, agar aliran sungai lancar tidak ada banjir susulan,” terang Nanang Ermanto.

Tercatat, ada 20 Kepala Kluarga (KK), yang terdampak banjir. Camat setempat telah diminta Nanang Ermanto, untuk mendata. Pemerintah daerah akan segera memberikan bantuan, dan untuk warga yang harus dirawat di Puskesmas, akan mendapat penanganan dari pemerintah daerah. (Ant)

Lihat juga...