Anak-anak Pengungsi di Wisma Atlet Kalianda Masih Mendapat LDP
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Anggota Tagana Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan dan Provinsi Lampung, sampai saat ini masih terus mendampingi anak-anak korban tsunami Selat Sunda. Seperti yang terlihat di posko pengungsi wisma atlet, Kalianda.
Hasran Hadi, Sekretaris Tagana Lamsel menyebut, personel Tagana mulai ditugaskan sehari setelah tsunami melanda wilayah Lamsel Sabtu (22/12/2018) silam. Mereka di tempatkan di Desa Way Muli untuk membuat Dapur Umum Lapangan (Dumlap) sekaligus Layanan Dukungan Psikososial (LDP).
LDP diperuntukkan bagi 25 anak-anak pengungsi yang masih bertahan di wisma atlet. Total ada 33 Kepala Keluarga dengan 117 jiwa, yang mengungsi di wisma atlet dan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Kalianda. Para pengungsi tersebut, merupakan warga Pulau Sebesi yang rumahnya rusak berat akibat tsunami.
Saat ini relawan Tagana tidak memasak di Dumlap, setelah warga mendapatkan bantuan alat masak dan memasak sendiri-sendiri. Tagana fokus mendampingi anak-anak korban bencana, melalui LDP. “Setiap hari digelar LDP, agar anak-anak tidak bosan saat berada di lokasi pengungsian,” terang Hasran Hadi, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (20/1/2019)
Puluhan anak di pengungsi tersebut, adalah siswa yang belum bisa bersekolah. Mereka adalah siswa SDN 1 Tejang Pulau Sebesi dan SMP Swadhipa. Metode LDP digelar dengan permainan edukatif, berupa menggambar, bernyanyi dan bermain. Melalui kegiatan tersebut, diharap anak-anak bisa beraktivitas seperti kondisi normal.
Anggota Tagana Provinsi Lampung, Ariyansah, menyebut, LDP merupakan dukungan bagi anak-anak di pengungsian. Saat in anak-anak dari Pulau Sebesi tersebut, masih belajar di tenda. Terkadang mereka belajar bersama relawan di area sekitar Gedung Olahraga Way Handak Kalianda. “Sejumlah materi diberikan oleh tim LDP Dinsos provinsi, kabupaten bahkan dibantu oleh personil Satuan Polisi Pamong Praja, yang bertugas di area GOR Way Handak,” terang Ariyansah.
Lokasi yang cukup luas di kawasan wisma atlet dan GOR Way Handak, membuat anak-anak pengungsi menjadi tidak mudah bosan. Kegiatan LDP akan terus dilakukan menyesuaikan kondisi di pengungsian tersebut.