Wujudkan Semangat Perjuangan, TMII Gelar Karnaval Keprajuritan Nusantara 

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Hujan deras membasahi pelataran Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hal itu tidak mematahkan semangat para prajurit peserta Karnaval Keprajuritan TMII 2018.

Peserta, tetap berupaya menampilkan kisah kepahlawanan dari masing-masing daerahnya. Penampilan membela negara melawan penjajah, ditampilkan lengkap dengan senjata berpadu seni bela diri. Aksi keprajuritan tersebut, memukau pengunjung TMII, yang juga bertahan di dalam deras hujan, Minggu (11/11/2018). Pengunjung tetap berusaha mengabdikan momen penampilan olah keprajuritan tersebut dengan telepon selulernya.

Usai dengan tampilan visualisasi pahlawan dan prajurit dari seluruh nusantara. Para prajurit melanjutkan perjalanan menempuh jarak dua kilometer, dimulai dari Plaza Tugu Api Pancasila, menuju danau miniatur kepulauan, dan berakhir di Sasono Langen Budoyo.

Manajer Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikan, mengatakan, Karnaval Keprajuritan Nusantara yang ditampilkan berbalut seni budaya daerah tersebut, sesuai dengan visi dan misi TMII. “Karnaval Keprajuritan Nusantara TMII, bertujuan untuk menyemarakan Hari Pahlawan, dan semangat kewiraan dalam membangkitkan perjuangan, rela berkorban bagi negara Indonesia. Jadi karnaval ini adalah bentuk edukasi kewiraan yang dikemas dalam seni budaya,” kata Ertis, di sela-sela acara, Minggu (11/11/2018).

Karnaval  Keprajuritan Nusantara TMII, dilaksanakan rutin setiap tahun. Kegiatannya, untuk mengingatkan perjuangan para pahlawan Indonesia, agar menjadi tauladan. “Kegiatan ini untuk mengedukasi, memberikan pemahaman pada masyarakat, khususnya generasi muda, agar jangan lupa sejarah perjuangan para pahlawan, dalam merebut kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia dari penjajah,” tukasnya.

TMII sebagai pelestari budaya, akan terus melestarikan budaya bangsa, dengan menampilkan dan mengembangkan kegiatan yang berbalutkan seni dan budaya. Untuk membangkitkan semangat generasi muda mencintai budaya bangsanya.

Karnaval prajurit kali ini, diikuti 10 provinsi, diantaranya, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, Lampung, Jambi, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Papua Barat. “Ada peningkatan peserta, di 2017 hanya sembilan provinsi, tahun ini, meningkat menjadi 11 provinsi. Kami berharap semua provinsi ikut, tapi terkendala anggaran daerah,” tandas Ertis.

Masing-masing peserta, menyertakan 50 hingga 100 orang, yang beraktrasi, mengambarkan perjuangan kepahlawanan nusantara bangsa. Adapun kriteria penilaiannya, keserasian antara gagasan dan perwujudan tampilan karnaval.

Lihat juga...