Jesse, Pebalap Negeri Kanguru Terbaik TdS 2018

Editor: Mahadeva WS

PARIAMAN – Juara baru bermunculan di Tour de Singkarak (TdS) 2018. Setelah menyelesaikan seluruh etape, sepanjang 1.267 kilometer, yang melewati 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, Jesse Ewart, pebalap asal Australia yang tergabung dalam Sapura Cycling Team Malaysia, dinobatkan jadi pebalap terbaik TdS 2018.

Jesse terlihat konsisten sejak etape I hingga etape VIII yang merupakan etape terakhir. Dia tidak hanya pernah memegang yellow jersey di beberapa etape, tapi Dia juga pernah memborong tiga jersey berturut-turut di dua etape. Pebalap berusia 24 tersebut, bukanlah muka baru TdS. Jesse sudah mulai muncul pada penyelenggaraan 2016. Diawal penampilannya, Dia juga sering naik panggung di beberapa etape.

Kini, dengan total catatan waktu 43:41:14, yang merupakan catatan waktu tercepat di TdS 2018, Jesse berhak dinobatkan menjadi pebalap terbaik di penyelenggaraan ke-10. “Saya sangat senang, dengan capaian prestasi ini. Karena memang saya tidak menyangka akan bisa jadi pebalap terbaik di Tour de Singkarak 2018,” ujar Jesse, Minggu (11/11/2018).

Jesse menyebut, rute kedelapan TdS 2018 cukup menantang. Terutama di Kelok 44, dan juga Kelok Sembilan, yang tidak mampu Dia taklukan untuk menjadi raja tanjakan (King of Mountain). Pebalap Negeri Kangguru tersebut, juga memuji keindahan alam Sumatera Barat. Kelok 44, adalah daerah yang berkesan baginya. Saat itu, sebelum mencapai garis finish, para pebalap disambut oleh hujan kabut yang tebal.

Jesse dinobatkan menjadi juara umum, atau individual general classification by time. Diposisi kedua, ada pebalap Nicodemus Holler, dari Bike AID Jerman, dengan catatan 43:41:24. Bike AID, merupakan tim baru di TdS 2018. Di posisi ketiga, ada Ariya Phounsavath, dari Thailand Continental Cycling Team dengan catatan waktu 43:41:30. Ariya belum tampil menonjol sejak etape pertama. Namun memasuki separuh perjalanan, Dia berhasil menjinakan rute demi rute, yang ada di Sumatera Barat.

Di etape VIII, yang merupakan etape terakhir dengan menempuh perjalanan 158 kilometer, dari Pantai Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan, menuju Pantai Kata Kota Pariaman, memunculkan hasil finis yang mengejutkan.

Nicodemus Holler dari BIKE AID Jerman, mampu finis paling depan, dengan catatan waktu 16:01:42. Disusul Lucas Carstensen, dengan catatan waktu berbeda tipis.  Diurutan ketiga Mohamad Izzat Hilmi Abdul Halil, dari Sapura Cycling Team Malaysia. Ketiganya memiliki catatan waktu tipis.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang hadir diacara penutupan TdS 2018, mengatakan, hingga tahun ini, even balap sepeda internasional Tour de Singkarak, masih memiliki penilaian positif di mata dunia.  “Saya berharap, di 2019, ada gerakan baru di Tour de Singkarak 2019. Jika ada hal yang baru, maka akan mampu meningkatkan animo penonton dan peserta,” sebutnya.

Diharap, Tour de Singkarak dapat berdampak positif bagi pariwisata di Sumatera Barat. Keindahan alam Sumatera Barat, kekayaan kuliner, dan budaya, menjadi daya tarik yang kuat untuk menarik wisatawan datang ke Sumatera Barat.

Lihat juga...