UMKM Ciptakan Kemandirian Lulusan SMK
Editor: Satmoko Budi Santoso
BONDOWOSO – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Tenggarang Bondowoso, tengah mengikuti pameran SMK MINI di Jatim Ekspo.
Kegiatan pameran ini diikuti oleh seluruh SMK Mini se-Jatim yang dilaksanakan pada 27-29 November 2018 dengan menampilkan produk unggulan UMKM masing-masing sebagai upaya mewujudkan lulusan yang mandiri.
“SMK Mini merupakan program andalan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2014. Program SMK Mini tersebut merupakan perwujudan “SMK kecil” berbasis pondok pesantren sebagai wujud ikhtiar untuk mencetak tenaga kerja terampil dan peluang usaha baru dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” jelas Kepala Sekolah SMK NU Tenggarang Bondowoso, Daris Wibisono, melalui pesan tertulis kepada Cendana News, Selasa (27/11/2018) sore.
Lebih lanjut Daris menjelaskan, Program SMK Mini ini merupakan satu-satunya program yang ada di Indonesia dan hanya dilaksanakan di kabupaten/kota di Jatim untuk menumbuhkan geliat perekonomian di sekitar lingkungan SMK/Pondok Pesantren.
“Disamping berbasis pondok pesantren, program SMK Mini ini juga untuk SMK daerah terpencil dan juga daerah yang mempunyai potensi berkembang,” tambahnya.
Keikutsertaan SMK NU Tenggarang dalam event tersebut sebagai upaya pengembangan potensi lokal melalui UMKM mandiri melalui generasi muda di usia sekolah.
“Kami berupaya mengembangkan potensi olahan ikan menjadi produk unggulan seperti abon ikan, kerupuk cumi, kerupuk lele, teri chrispy, keripik ikan jambrong, dan aneka olahan ikan lainnya,” ujarnya.
Daris juga mengungkapkan, semangat kewirausahaan ini terlihat juga dari tampilan stand SMK NU Tenggarang yang bisa menjadi pembeda dengan yang lainnya.
“Di stand kami menampilkan demonstrasi produk olahan ikan sampai dengan penyediaan kopi gratis racikan barista yang tak lain adalah siswa SMK NU Tenggarang,” kata Daris.
Daris juga menegaskan, lulusan SMK itu penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia.
“Gelaran ini menjadi tonggak kebangkitan SMK se-Jawa Timur, khususnya lembaga swasta untuk terus menghasilkan lulusan SMK yang ahli dalam menciptakan produk atau jasa guna kemandirian ekonomi,” pungkasnya.