Tingkatkan Layanan, Pelabuhan Bakauheni Dilengkapi Dermaga Eksekutif
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni memastikan dermaga eksekutif akan segera diresmikan. Setelah proses pembangunan yang dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan (PP) terus dikebut, dermaga VII yang sudah beroperasi tersebut dalam tahap penyelesaian.
Hasan Lessy, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut, rencananya dermaga eksekutif atau premium akan diresmikan pada 15 Desember 2018 mendatang.
Hasan Lessy juga belum bisa memastikan, peresmian dermaga eksekutif tersebut akan dilakukan oleh Presiden RI, Menteri Perhubungan atau Menteri BUMN. Meski demikian, fasilitas dermaga sudah dioperasikan untuk melayani arus lebaran Idul Fitri pada bulan Juli silam.
Dermaga eksekutif tersebut diakuinya akan dikhususkan untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi. Segmen konsumen yang ingin menikmati fasilitas dan pelayanan mewah bahkan sudah disiapkan di dermaga eksekutif tersebut.

Fasilitas dermaga eksekutif tersebut, diakuinya, akan memiliki ruang tunggu seperti di bandara. Sebab para penumpang pejalan kaki, pemilik kendaraan pribadi bisa menunggu di ruangan khusus yang disediakan.
Fasilitas pusat perbelanjaan yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna jasa di dermaga eksekutif tersebut bahkan diakuinya bisa digunakan saat angkutan liburan Natal 2018 dan tahun baru 2019. Peresmian dermaga eksekutif disebutnya, berbarengan dengan setengah tahun pemberlakuan tiket nontunai yang sudah diterapkan sejak Agustus silam.
“Peningkatan pelayanan kepelabuhanan yang terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Sumatera ini sekaligus untuk menjawab kebutuhan pengguna jasa yang ingin menikmati perjalanan dengan kapal ferry lebih cepat,” beber Hasan Lessy selaku General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (23/11/2018).
Dermaga eksekutif yang melengkapi enam dermaga sebelumnya, diakui Hasan Lessy, akan dilayani oleh kapal roll on roll off (Roro) khusus. Waktu pelayanan sandar (port time) dan waktu berlayar (sailing time) akan diatur selama 60 hingga 90 menit atau lebih cepat dibandingkan sebelumnya 120 menit.
Kapal yang disediakan untuk memenuhi waktu pelayanan dan pelayaran lebih cepat merupakan kapal dengan kecepatan 20 knots per jam.
Fasilitas loket pembelian kendaraan pribadi yang akan menuju ke dermaga VII dengan sistem nontunai (cashless) juga sudah disiapkan. Pengendara yang masih akan menikmati suasana pelabuhan Bakauheni di dermaga eksekutif Bakauheni, bahkan bisa menikmati pemandangan Selat Sunda dan Menara Siger secara bersamaan. Sebagai pusat bisnis, dermaga eksekutif juga akan menjadi tempat penjualan berbagai produk lokal masyarakat Lampung.
“Sebagai sebuah dermaga eksekutif tentunya akan ada fasilitas ruang tunggu. Tetapi bagi masyarakat umum bisa juga berbelanja di pusat bisnis, kuliner yang disediakan,” papar Hasan Lessy didampingi Sugeng Purwono, selaku manajer operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.
Lokasi dermaga eksekutif yang tidak dilengkapi dengan tempat pejalan kaki (gangway) disebut Hasan Lessy akan disediakan kendaraan shuttle bus. Shuttle bus tersebut akan disiapkan di lobi penjualan tiket penumpang pribadi sehingga penumpang akan diantar ke ke dermaga eksekutif dengan shuttle bus.
Pelayanan untuk dermaga eksekutif disebut Hasan Lessy yang akan diresmikan tersebut, diharapkan bisa mendukung JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar yang juga akan segera dioperasikan.
Segera akan diresmikannya dermaga eksekutif pelabuhan Bakauheni tersebut, mendapat apresiasi dari Warsa, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni.
Warsa menyebut, peresmian dermaga tersebut sekaligus menjadi waktu pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan RI No 88/2014 Tentang Pengaturan Ukuran Kapal Angkutan Penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni.
“Gapasdap sangat mendukung peningkatan pelayanan jasa pelayaran yang didukung oleh sarana dan prasarana yang terus diperbaiki,” beber Warsa.
Ia memastikan, volume kendaraan dari Pulau Sumatera yang melintas melalui JTTS akan semakin padat. Pasalnya, koneksi antara Sumatera Selatan dan Lampung melalui jalan tol membuat kendaraan tiba lebih cepat di pelabuhan Bakauheni.
Penambahan dermaga VII sebagai dermaga eksekutif disebutnya menjadi solusi mengurai kemacetan di pelabuhan Bakauheni. Pengaturan jadwal port time, sailing time yang dikoordinasikan dengan sejumlah pihak, diprediksi bisa memperlancar arus distribusi barang, jasa dan orang.
Warsa juga menyebut, melalui pemberlakukan Permenhub No 88/2018 pada 24 Desember mendatang membuat kapal Roro yang diizinkan beroperasi di Selat Sunda hanya sebanyak 68 unit. Kapal Roro dengan gross ton (GT) minimal lebih dari 5000 GT menjadi salah satu solusi untuk kelancaran arus penyeberangan.
Uji sandar kapal yang sudah dilakukan sejak Juni 2017 juga sekaligus menjadikan dermaga eksekutif layak disandari kapal-kapal besar.
Pengoperasian dermaga eksekutif mendekati arus liburan Natal dan tahun baru, disebut Warsa, akan menjadi parameter dalam penguraian kemacetan. Sebab penerapan sistem tiket nontunai masih terkendala waktu pelayanan di loket pembelian tiket kendaraan serta penumpang.
Ia berharap sosialisasi penerapan pembayaran tiket kapal nontunai semakin digencarkan. Sebab sejumlah penumpang masih banyak yang belum memiliki fasilitas uang elektronik.
Memperbanyak konter penjualan uang eletronik diakuinya akan menjadi cara mengurai kemacetan. Sebab pengendara roda dua dan pribadi yang sudah memiliki kartu, tinggal menempatkan di lokasi yang sudah disediakan. Area parkir yang luas di dermaga eksekutif sekaligus juga bisa menjadi solusi penumpukan kendaraan di sejumlah dermaga, sebelum naik menuju ke kapal.