Tes CPNS Bali Diklaim Berjalan Lancar
Editor: Mahadeva WS
DENPASAR – Untuk memastikan pelaksanaan tes CPNS yang menggunakan system Computer Asissted Test (CAT) secara transparan dan akuntabel, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, bersama Perwakilan dari Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, BPKB dan Ombudsman, meninjau pelaksaan hari pertama seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD), di Kantor Regional X, Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kamis (1/11/2018).
Dewa Indra menyebut, Pemprov Bali menginginkan pelaksanaan CAT tidak diwarnai kecurangan, yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Guna memastikan hal itu, pihaknya bersama instansi terkait, meninjau langsung pelaksanan tes, untuk memastikan terpenuhinya prosedur.
“Walaupun dari laporan yang saya terima, CAT merupakan sistem yang sangat obyektif, akuntabel dan transparan, namun saya tetap ingin memastikan dan melihat langsung jalannya dilapangan, karena saya tidak ingin terjadi suatu kecurangan yang tidak sesuai dengan prosedur,” ujarnya saat ditemui di sela-sela inspeksi.
Dari peninjauan yang dilakukan, Dewa Indra menilai, proses pelaksanaan tes, dari absensi sampai tempat duduk di ruangan tes, sudah sesuai dengan prosedur. Diyakini tidak mungkin ada kecurangan, baik itu membawa jawaban ke dalam ruangan tes, ataupun memanfaatkan jasa joki.
“Saat peserta melakukan registrasi ulang atau absensi, panitia seleksi tidak hanya melihat dari wajah yang dicocokan dengan KTP, juga dicek melalui sistem yang terekam, saat peserta melakukan pendaftaran, ini dilakukan guna menghindari Joki yang masuk”, tutur Dewa Indra.
Selain itu, untuk meningkatkan ketransparanan, dengan sistem yang digunakan, peserta ataupun keluarga, yang berada di luar ruangan test, bisa langsung melihat skor atau nilai yang diperoleh peserta. Dengan demikian, nilai yang diperoleh peserta benar-benar murni hasil kerja peserta, karena panita tidak bisa mengganggu gugat nilai tersebut.
Widyaiswara BKN, Ida Ayu Rai Sri Dewi, mengatakan, tes TKD ini akan dilakukan selama 11 hari, dengan total peserta 10.265 orang peserta, yang telah lolos seleksi administrasi. Sedangkan untuk permasalahan teknis, seperti kerusakan computer pada saat tes, BKN sudah mengantisipasinya. Dengan demikian diharapkan, pelaksanaan tes dapat berlangsung dengan lancar dan tidak mengalami hambatan apapun. “Dalam sehari, kami bagi menjadi lima sesi, satu sesi jumlah peserta yang ikut tes ada 100 orang di gedung A dan 90 orang di gedung B,” jelasnya.