Sikka Gencarkan Germas Melalui Pendekatan Keluarga

Editor: Mahadeva WS

MAUMERE – Kabupaten Sikka, gencar mensosialisasikan Gerakan Masyarkat Hidup Sehat (Germas), melalui pendekatan keluarga. Partisipasi aktif keluarga dalam germas, akan menjaminan kesehatan nasional untuk mencapai Indonesia kuat.

Wakil bupati kabupaten Sikka Romanus Woga.Foto : Ebed de Rosary

“Program prioritas pembangunan kesehatan, dilaksanakan melalui program Indonesia sehat, dengan pendekatan keluarga. Diluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang bertujuan agar masyarakat berperilaku sehat,” tutur Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, Jumat (16/11/2018).

Dengan pendekatan keluarga, Germas akan berdampak pada kesehatan masyarakat yang terjaga, terciptanya lingkungan yang bersih, produktivitas masyarakat meningkat. Dampaknya, biaya kesehatan masyarakat untuk berobat berkurang.

Kabupaten Sikka saat ini melakukan pembangunan kesehatan, berupa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di tiga kecamatan yaitu, Koting, Lela dan Nelle. Total ada 50 desa yang menjadi sasaran STBM. “Untuk akses jamban keluarga baru mencapai 76,2 persen rumah yang memiliki jamban,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, menjelaskan, penemuan kasus TBC resisten obat, sejak adanya alat TCM pada September 2015, ditemukan 16 kasus resisten. Namun setelah diobati selama dua tahun, pasien tersebut mengalami kesembuhan. “Untuk NTT, penemuan kasus TB RO tertinggi ada di Kabupaten Sikka. Kolaborasi penyakit HIV dan TBC ada 12 orang, sementara dari 341 kasus TBC, ada 179 mengalami HIV/AIDS,” ungkapnya.

Untuk penyakit Malaria, API Kabupaten Sikka di 2017 sebesar 1,8 persen. Untuk penyakit tidak menular, terdapat 582 orang dengan gangguan jiwa, yang terlayani selama 2018. “Sudah ada upaya promotif dan prefentif untuk menangani penyakit tidak menular, antara lain dengan mengaktifkan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di beberapa Puskesmas,” pungkas Maria.

Lihat juga...