Potongan Bambu di Sungai Cikeas Dikhawatirkan Picu Banjir Bandang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BEKASI — Lurah Jatiluhur, Siti sofiah mengaku geram dengan potongan bambu yang dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab, di aliran Sungai Cikeas. Pasalnya sampah itu berpotensi mengganggu kelancaran aliran sungai di Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Diketahui Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) bersama warga setempat selama tiga hari terakhir terus melakukan pembersihan sampah potongan bambu yang menggunung sepanjang 80 meter di perbatasan sungai yang berada antara Kota Bekasi dan Kabuapten Bogor tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui siapa pelaku pembuangan sampah batangan bambu dalam jumlah banyak itu. Namun pihaknya akan melaporkan temuan tersebut kepada Camat Jatiasih dan Satpol PP agar ditelusuri lebih lanjut.

“Saya akan membuat nota dinas dan berharap ada penelusuran lebih jauh oleh instansi terkait atas penemuan begitu banyak bambu di badan sungai Cikeas,” tegas Siti Sofiah, Selasa (20/11/2018).

Dikatakan, bambu-bambu yang dibuang di Kalin Cikeas tersebut terlihat seperti bekas dipakai. Jika tidak segera dilakukan pembersihan maka akan menghambat aliran sungai dan bisa menyebabkan banjir bila hujan turun.

Menurutnya, dampak dari gunungan sampah tersebut, berpotensi menyebabkan banjir bandang dan mengancam warga di 26 perumahan di sekitaran bantaran sungai.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 Kota Bekasi tentang Ketentuan Umum Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan, pelaku pembuangan sampah ke sungai bisa diancam pidana paling lama 3 bulan kurungan dan denda paling banyak Rp 50 juta. Pidana dan denda ini jarang disadari oleh masyarakat.

Lurah Jatiluhur, Siti Sofiah dan ketua KP2C Puarman saat meninjau langsung lokasi pengangkatan sampah potongan babmu di Kali Cikeas. Foto: Muhammad Amin

Dalam kesempatan itu, Lurah Jatiluhur, secara langsung memberikan apresiasi kepada Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) yang telah menginisiasi dan mengkoordinir gerakan pembersihan gunungan sampah di sungai Cikeas.

Gerakan bebersih sungai Cikeas tersebut telah berjalan sejak akhir pekan lalu akan berlanjut hingga Rabu (21/11/18). Dia juga mengaku kedepan akan menggandeng KP2C, untuk dijadikan mitra dalam bersosialisasi pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Ketua KP2C Puarman Kahar, sebelumnya mensinyalir gunungan sampah yang sebagian besar terdiri dari bambu sengaja dibuang oleh kelompok atau oknum masyarakat ke badan sungai Cikeas.

“Bambu yang ditemukan adalah sisa potongan itu artinya bambu-bambu itu diduga sudah dipotong rantingnya dan digunakan untuk suatu kegiatan. Lalu hanyut atau dibuang ke badan sungai,” beber Puarman.

Bebersih sungai Cikeas tersebut melibatkan sejumlah instansi dan komponen masyarakat, KP2C, Pasukan Katak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi sebanyak 20 orang, Perum Jasa Tirta (PJT) 2 Bekasi sebanyak enam orang. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi mengerahkan empat personel. Termasuk Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi.

Lihat juga...