Rafael: Perbaikan Sektor Pertanian di Sikka Masih Belum Tampak
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Pertanian di kabupaten Sikka masih belum ada perbaikan meskipun beberapa komoditi unggulan telah menghasilkan produk dan bernilai jual lumayan baik, seperti kakao. Bahkan pemerintah daerah sudah miliki pabrik cokelat sendiri.

Pegiat pertanian dan pendiri LSM pertanian Bangwita, Rafael Raga, SP menilai, belum ada komitmen bersama terutama dari pemerintah untuk melakukan aksi nyata membenahi sektor pertanian. Setiap penyelenggaran Hari Pangan Sedunia (HPS) selalu ada diskusi tetapi tidak ada aksi nyatanya.
“Saya sudah 12 tahun mengikuti peringatan HPS di kabupaten Sikka. Umumnya kita diskusi, lalu tanpa aksi. Makanan lokal yang ditampilkan hanya sebatas seremoni, faktanya banyak anak kita yang beli makanan dari kios atau toko,” kritiknya.
Rafael mengakui belum melihat adanya komitmen kuat untuk mempraktikkan semua yang sudah didiskusikan.
“Semua elemen harus bergerak bersama untuk bisa memperbaiki sektor pertanian,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Bripka Soalihin, seorang polisi Bhabinsa kamtibmas Nebe kecamatan Talibura yang sukses membimbing beberapa kelompok tani dalam menanam bawang di Nebe.
“Saya melihat bantuan yang diberikan oleh pemerintah sering terlambat dan tiba di waktu yang salah. Misalnya traktor diberikan pada saat orang sudah tanam,” sebutnya.
Begitu juga kalau ada penyakit tanaman, tambah Solihin, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) tidak tahu harus bagaimana. Ini yang terkadang membuat petani harus berjuang sendiri mengatasi hama tanaman.
“Karena itu saya turun membantu para petani. Saya tidak bermaksud menyaingi para petugas pertanian. Saya hanya mau agar petani bisa sukses seperti di tempat lain,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo hanya berkata singkat, pemerintah kabupaten akan mengubah semuanya. Ia berjanji akan memperbaiki sektor pertanian.
“Saya berterima kasih atas masukan yang sangat berarti ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada polisi Soalihin yang sudah mendampingi para petani Nebe dan sukses menanam bawang merah. Semoga semua petani yang lain bisa mencontohi keteladanan mereka itu,” ucapnya.
Soal pendampingan, bantuan bagi petani dan lain-lainnya, Roby sapaannya berjanji akan mengubah total. Semua yang tidak beres sebagaimana disampaikan berbagai elemen akan diperbaiki ke depannya.