Puskesmas Rajabasa Bagikan Masker Antisipasi Abu Gunung Anak Krakatau
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengarah ke perkampungan warga Kecamatan Rajabasa, Kalianda dan sekitarnya dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesehatan kesehatan warga. Mengantisipasi hal tersebut, Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Puskesmas rawat inap Rajabasa membagikan masker gratis.

Minak Wardan, Kepala Tata Usaha UPT menyebutkan, pembagian masker gratis sudah dua kali dilakukan saat abu vulkanik GAK mengarah ke perkampungan. Pemberian pertama pada Agustus silam dengan jumlah mencapai 30.000 lembar.
“Saat ini Puskesmas Rajabasa membagikan masker sebanyak 10.000 lembar,” sebutnya di Rajabasa, Senin (19/11/2018).
Pendistribusian merupakan upaya mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik berupa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Pembagian melibatkan petugas kesehatan lingkungan (Kesling), petugas promosi kesehatan (Promkes) distribusi masker dilakukan di sebanyak lebih dari 10 desa di kecamatan Rajabasa.
“Pemberian masker kepada masyarakat dimulai dari Desa Kunjir mengarah ke desa Canti, meski hingga saat ini belum ada keluhan kesehatan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” terang Minak Wardan.
Melalui pembagian masker tersebut ia berharap masyarakat bisa memanfaatkannya agar terhindar dari paparan abu vulkanik GAK jika sewaktu-waktu mengarah ke perkampungan warga.
Sementara itu, Safei, pelaksana program Promosi Kesehatan menyebutkan, masker diserahkan langsung kepada warga yang melintas di jalan dan sebagian didistribusikan melalui kepala dusun.
Distribusi menyasar sejumlah pengendara kendaraan roda dua yang melintas hingga sejumlah anak-anak usia sekolah dasar yang bermain di luar ruangan.
Nurlaela, salah satu warga Desa Kunjir menyebutkan, abu vulkanik GAK tidak selalu mengarah ke perkampungan karena menyesuaikan arah angin. Saat terjadi letusan dampaknya gangguan pernapasan dan mata.
“Beruntung arah angin sudah berubah ke Selatan sehingga tidak mengganggu aktivitas warga,” katanya.
Pemilik usaha kuliner di pesisir pantai Kunjir tersebut mengaku, pada Sabtu (17/11) abu vulkanik GAK sangat terasa. Adanya bantuan masker sangat membantu.
Sementara antisipasi di dalam keluarga, ia mengajak anak-anaknya untuk bermain di dalam ruangan menghindari gangguan kesehatan.