Produsen Tapis Diminta Lakukan Diversifikasi Produk

Kaos kawai balak, kaos dengan motif tapis Lampung yang juga dibuat oleh bersama tukus – Dokumentasi CDN

BANDARLAMPUNG – Perajin kain tapis di Lampung, harus dapat meningkatkan memproduksi, dan melakukan diversifikasi produk. Hal itu untuk mempermudah pemasaran.

“Ibu-ibu harus bisa memproduksi tapis lebih banyak. Ini semua untuk memenuhi pesanan masyarakat lokal dan luar Waykanan,” ujar Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Waykanan, Provinsi Lampung, Dessy Afrianti Adipati, Selasa (20/11/2018).

Dengan memproduksi kain tapis lebih banyak, berarti dapat memenuhi pesanan baik dari masyarakat lokal maupun luar Waykanan. Kain tapis merupakan salah satu kerajinan unggulan, yang produksinya sedang digalakkan di Kabupaten Waykanan.

Perajin tapis disebutnya, telah menunjukkan hasil produksi yang menggembirakan, dalam upaya pengembangan produksi. Akan tetapi, masih banyak dijumpai permasalahan sektor industri kerajinan seperti, keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan usaha, Keterbatasan dalam permodalan, kurangnya informasi dan pemasaran, Keterbatasan kepemilikan dan penguasaan teknologi yang digunakan dan ketiadaan kelembagaan.

“Salah satu kendala terbesar untuk meningkatkan taraf ekonomi pengrajin dan pedagang kain tapis di Waykanan adalah pemasaran. Target dan pangsa pasar yang terbatas, menjadikan kain tapis cukup sulit dijual dan juga nilai jual yang cukup mahal menjadikan hanya sedikit orang yang berminat untuk membeli kain tapis,” tandasnya.

Dessy menyebut, diversifikasi produk, merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi persoalan pemasaran. “Diversifikasi produk di definisikan sebagai suatu perluasan pemilihan barang yang dijual produsen, dengan jalan menambah produk baru, ataupun memperbaiki tipe, warna, mode, ukuran, jenis dari produk yang sudah ada dalam rangka memperoleh laba maksimal. Pada kesempatan ini kita akan bersama-sama belajar tentang diversifikasi produk kain tapis berupa pembuatan produk aksesories,” ungkapnya.

Pelatihan, dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengenalkan tapis kepada masyarakat luas. Kegiatannya, juga dapat menjadi sarana untuk melestarikan warisan budaya. Sehingga harapan, produk kain tapis dapat dipakai oleh semua kalangan bisa terpenuhi. (Ant)

Lihat juga...