Plumbungan Temukan Potensi Desa Lewat Buah Anggur

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat desa dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya adalah dengan memunculkan potensi yang dimiliki.

Dukuh Plumbungan, Prawata. Foto: Jatmika H Kusmargana

Seperti dilakukan Dusun Plumbungan Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul. Mereka membuktikan mampu menumbuhkan berbagai potensi desa hanya dengan membudidayakan pohon anggur.

Menanam di pekarangan rumah-rumah warga sejak beberapa tahun terakhir, kini dusun Plumbungan dikenal sebagai kampung anggur. Bahkan dusun Plumbungan dalam waktu singkat telah menjadi maskot wisata agro baru di Bantul.

Banyaknya wisatawan yang datang ke dusun ini mampu membuka peluang ekonomi bagi warga masyarakat yang umumnya hanya berprofesi sebagai buruh tani, pedagang atau buruh. Selain menjual, mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjual bibit maupun aneka olahan makanan dari anggur.

“Hampir setiap pengunjung yang datang kesini pasti ingin membeli untuk dibawa pulang. Namun kita belum mampu memenuhi. Karena permintaan begitu banyak sementara tanaman yang ada masih terbatas,” ujar Rio Aditya, penggagas kampung anggur.

Tak hanya membeli buahnya, mayoritas pengunjung juga mencari bibit anggur jenis Ninel asal Ukraina yang ditanam di dusun Plumbungan. Bahkan pengunjung rela antri dengan cara indent hingga empat bulan untuk bisa mendapatkannya.

“Ini kan sebenarnya peluang besar bagi seluruh warga dusun. Karena itu kita terus mendorong semua warga agar beramai-ramai menanam dan membudidayakan anggur. Sebab belum semua warga menyadari peluang ini,” ujar Rio.

Dukuh Plumbungan, Prawata mengaku mendukung sepenuhnya upaya pemberdayaan masyarakat melalui budidaya buah anggur. Ia menilai keberadaan kampung anggur akan memberikan banyak dampak positif bagi seluruh warga dusun Plumbungan.

“Tak hanya di tingkat dusun, unsur pemerintah baik di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten bahkan provinsi mendukung penuh. Desember mendatang bahkan kita akan segera launching dusun Plumbungan sebagai kampung anggur,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Warjilah, mengaku telah merasakan manfaat langsung dari hasil budidaya anggur yang ia lakukan sejak satu tahun terakhir. Pada panen pertama beberapa waktu lalu, ia mengaku mampu menjual hingga Rp100ribu per kilonya.

“Alhamdulillah satu tahun menanam, sudah bisa panen, sudah dapat menjual hasilnya. Lumayan untuk tambahan pemasukan. Ini saya sedang menanam lagi, termasuk melakukan pembibitan. Karena sudah banyak yang tanya, tapi barangnya yang belum ada,” katanya.

Lihat juga...