PLN Bangun Jaringan Listrik untuk Pulau Laut

PLN, ilustrasi -Dok: CDN

KOTABARU – PT PLN (persero), membangun infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut 150 Kilo Volt (KV), untuk menghubungkan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (persero), Machnizon Masri, mengatakan, kabel laut mulai dipasang dari landing point Batulicin, sampai Pulau Laut. Jaringan tersebut memiliki panjang empat kilometer sircuit (kms). “Sistem kelistrikan di Pulau Laut terisolasi, kabel laut ini sebagai jembatan, supaya dari Kalimantan bisa sampai ke sini,” ungkap Masri, di Kota Baru, Kalimantan Selatan, Kamis (15/11/2018).

Machnizon menyebut, kebutuhan listrik di Kotabaru, yang hanya sebesar 12 Mega Watt (MW), sudah tercukupi dari pasokan Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kotabaru, yang berkapasitas 16,2 MW. Akan tetapi, dengan sistem interkoneksi yang dibangun, nantinya masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan PLTD. Suplai utama kelistrikan di Kotabaru, akan didapatkan dari Sistem Barito. “Sistem kelistrikan di Kalimantan lebih banyak, sehingga lebih kuat, ke depan kalau PLTD di sini rusak, tidak harus terjadi pemadaman,” tandasnya.

Proyek ini merupakan program strategis, yang sudah direncanakan. Kegiatannya masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Kotabaru, tapi juga efiensi biaya operasional pembangkit listrik di Pulau Laut. “Listrik di Kalimantan lebih murah, karena diproduksi PLTU, sedangkan dengan PLTD, harga listrik menjadi dua sampai tiga kali lipat lebih mahal, karena menggunakan bahan bakar minyak solar,” ungkapnya.

Untuk merealisasikan interkoneksi tersebut, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan lain, seperti menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV dan Gardu Induk (GI). Total ada 109 menara SUTT yang dibangun, 94 menara di Kotabaru, dan 15 menara di Batulicin. Total panjang jaringan 37,5 kms. Sedangkan GI dengan kapasitas 30 MVA dibangun di Batulicin dan Kotabaru.

Progres pembangunan menara SUTT, sampai dengan saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan pondasi. Sedangkan status GI Batulicin, sudah dapat dioperasikan, namun GI Kotabaru masih dalam tahap komisioning, dan siap dioperasikan pada akhir November tahun ini.

Pembangunan menara SUTT di Batulicin, ditargetkan selesai dan siap untuk beroperasi pada Januari 2019. Sedangkan SUTT di Kotabaru, ditargetkan selesai September 2019. “Kebutuhan listrik, baik di sektor industri dan rumah tangga, setiap tahunnya tentu akan terus meningkat, dengan tersedianya listrik yang andal dan cukup, nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kotabaru,” pungkas Machnizon. (Ant)

Lihat juga...