Petani Lamsel Manfaatkan Awal Musim Penghujan untuk Tanam Jagung
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Musim penghujan di wilayah Penengahan Lampung Selatan mulai dimanfaatkan oleh petani untuk menanam jagung. Masa tanam bertepatan dengan musim hujan dinilai petani setempat memiliki prospek yang bagus untuk pertumbuhan tanaman.
Hasan, salah satu petani jagung di Desa Pasuruan menyebutkan, masa tanam musim rendengan memiliki sisi positif, karena petani tidak dihantui kekeringan saat masa pertumbuhan. Meski demikian, pertumbuhan gulma jenis rumput dan organisme pengganggu tanaman (OPT) jenis ulat berpotensi mengurangi produksi.
“Sebagai cara mendapatkan hasil tanaman jagung yang maksimal, pengolahan lahan dilakukan dengan menggunakan traktor. Pembuatan guludan selama musim rendengan atau penghujan wajib dilakukan untuk memperlancar sistem pengairan,” terangnya saat ditemui Cendana News, Rabu (14/11/2018).
Diterangkan, penanaman dengan sistem koak menggunakan cangkul membuat pertumbuhan gulma meningkat. Penggunaan herbisida kerap diterapkan petani setelah jagung memasuki usia tanam selama dua pekan.
Hasan menyebut pada penanaman jagung musim rendengan, proses penyiapan lahan dilakukan dengan terlebih dahulu menaburkan dolomit. Zat kapur tersebut ditaburkan setelah lahan dibaja sebagai penurun kadar keasaman (PH) tanah.
“Penaburan dolomit sangat efektif dilakukan pada penanaman selama musim rendengan sehingga mendukung pertumbuhan tanaman jagung,” akunya.
Petani jagung lain warga Desa Banjarmasin, Kecamatan Penengahan, Kendi membandingkan, saat penanaman musim kemarau ia bisa mendapatkan sebanyak 215 karung jagung. Saat masa tanam pada awal musim penghujan ia bahkan bisa mendapatkan hasil sekitar 250 karung.
“Petani jagung umumnya menunggu masa penanaman bertepatan dengan musim hujan, tetapi saat panen bertepatan musim kering untuk memaksimalkan produksi,” beber Kendi.
Pada penanaman pertengahan November Kendi memprediksi jagung yang ditanam dapat dipanen pada akhir Februari atau Maret.

Seperti pada umumnya petani di wilayah tersebut, penanam jagung kerap memanfaatkan lahan yang juga ditanami kayu. Beberapa lahan yang bisa digunakan di antaranya lahan penanaman sengon dan jati ambon.
“Saat tanaman tersebut berusia dua tahun, lahan masih dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung. Jika lebih dari empat tahun, pertumbuhan tanaman jagung terhambat karena membutuhkan sinar matahari langsung,” tambahnya.