Petani Cabai Merah di Penengahan Dihantui Hama Thrips

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Petani pembudidaya cabai merah di Desa Sukabaru, Desa Tanjungheran Kecamatan Penengahan dihantui hama thrips penyebab keriting daun saat mulainya musim hujan. 

Suwoko, petani cabai merah di Desa Sukabaru menjelaskan, gejala hama thrips mulai terlihat saat tibanya musim hujan di awal November. Selain menyerang daun, hama juga mulai mengakibatkan bunga menjadi kering dan rontok, beberapa di antara tanaman bahkan layu dan mati.

“Pada tahap awal menyerang daun dengan cara menghisap cairan sehingga menjadi keriting dan berpotensi membuat produksi buah menurun,” terang Suwoko, Senin (12/11/2018).

Pada tahap awal, diatasi dengan melakukan pemilihan daun yang dihinggapi. Ciri visual ditandai dengan daun menggulung dan keriting menjadi lokasi persembunyian. Meski cara memangkas tersebut tidak efektif namun proses tetap dilakukan sebelum penyemprotan pestisida.

“Daun yang sudah terserang hama thrips selanjutnya dikumpulkan dan dibakar,” terangnya.

Cara lain yakni memanfaatkan pestisida nabati. Memanfaatkan daun sirsak, kapur dan kunyit yang dicampur dan difermentasi selama semalam, dipergunakan untuk menyemprot hama yang menempel pada daun.

Serangan hama thrips berakibat daun keriting dan layu. Foto: Henk Widi

Selain penggunaan pestisida hayati juga didukung oleh jenis pestisida berbahan aktif jenis abamektin, karbosulfan, fipronil serta imidakloprid. Upaya pemulihan juga dilakukan dengan memberi pupuk merangsang pertumbuhan daun baru.

“Selain pengaplikasian pupuk saya juga melakukan penambahan zat perangsang tumbuh atau dikenal dengan pupuk daun,” beber Suwoko.

Petani lain yang khawatir merugi akibat hama, Hersi menyebutkan, ia mengantisipasinya dengan sistem diversifikasi. Selain cabai, ia juga melakukan penanaman timun yang dipanen sepekan sebelum cabai merah keriting masak.

“Selain menanam cabai merah kami biasanya melakukan penanaman timun dan sawi agar bisa menghasilkan,” beber Hersi.

Pola tanam beragam tersebut diakuinya juga menjadi cara petani mendapatkan penghasilan sebelum panen cabai. Sebab jenis sayuran sawi serta timun sudah bisa dipanen pada usia kurang dari satu bulan.

Hasil panen sawi dan timun diakuinya bisa dipergunakan untuk pembelian obat obatan untuk mengatasi hama thrips pada cabai merah.

Lihat juga...