Penerapan Sistem Nontunai di Pelabuhan Bakauheni, Berjalan Lancar

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pembayaran nontunai (cashless) yang sudah diberlakukan selama empat bulan di Pelabuhan Bakauheni mulai banyak digunakan masyarakat.

Joni Saputra, koordinator lapangan CV. Hanmer Multi Talenta, pihak ketiga yang bekerjasama dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut, penjualan kartu uang elektronik meningkat.

Peningkatan tersebut terjadi sejak diberlakukannya sistem pembayaran nontunai bagi pengguna jasa pelayaran dan memperlancar pelayanan.

Joni Saputra mengungkapkan, petugas penjualan uang elektronik di Pelabuhan Bakauheni disiapkan di loket penjualan tiket kendaraan dan pejalan kaki. Petugas merupakan pihak yang bekerjasama menjual kartu uang elektronik yang bisa diisi ulang (top up) dari Himpunan Bank Negara (Himbara) di antaranya Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Petugas melakukan sistem jemput bola membantu calon penumpang yang akan menyeberang menggunakan kapal ferry melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

“Ada dua pilihan bagi pengguna jasa. Bagi yang sudah memiliki kartu uang elektronik bisa melakukan top up atau isi ulang. Bagi yang belum memiliki disediakan loket pembelian di gerbang tol kendaraan dan lobi tiket penumpang pejalan kaki,” terang Joni Saputra, saat dikonfirmasi Cendana News di loket penjualan tiket Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (17/11/2018).

Joni Saputra menyebut, kartu untuk pembayaran nontunai penumpang pejalan kaki yang disediakan pada hari normal berjumlah sekitar 200 kartu, saat kondisi libur panjang petugas bisa menjual sekitar 500 kartu.

Kondisi yang sama diakuinya terjadi pada loket penjualan tiket kendaraan roda dua yang berada di gerbang tol nomor 9 khusus roda dua. Saat kondisi normal sebanyak 300 kartu terjual dan saat kondisi ramai libur panjang bisa mencapai 700 kartu.

Joni Saputra menyebut, setelah sistem nontunai diterapkan bagi penumpang kapal, disediakan sejumlah konter pembelian kartu uang elektronik dan isi ulang. Selain dikelola oleh CV Hanmer Multi Talenta, ia juga menyebut, penjualan kartu uang elektronik untuk pembayaran nontunai juga dilakukan oleh koperasi milik PT. ASDP Cabang Bakauheni.

Sejumlah petugas disebutnya disiagakan selama 24 jam untuk melayani pengguna jasa yang akan menyeberang mempergunakan kendaraan pribadi, roda dua atau sebagai penumpang pejalan kaki.

Hasan Lessy, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni – Foto Henk Widi

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Hasan Lessy, saat dikonfirmasi menyebut, penggunaan sistem pembayaran nontunai mulai dikenal masyarakat.

Hal tersebut diakuinya terlihat dari persentase pencapaian penggunaan pembayaran nontunai.

Pada pengguna kendaraan roda empat, penggunaan uang elektronik untuk pembayaran nontunai mencapai 90 persen, untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki 100 persen.

“Sosialisasi kepada masyarakat sudah empat bulan kita lakukan, konter penjualan disiapkan sekaligus memberi pemahaman bahwa isi ulang bisa dilakukan di sejumlah toko waralaba dan bank,” beber Hasan Lessy.

Hasan Lessy juga memastikan, saat arus liburan akhir pekan, penerapan sistem pembayaran nontunai berjalan lancar. Pada loket kendaraan disediakan sebanyak 9 loket di antaranya 8 loket untuk pembelian tiket kendaraan pribadi, bus dan truk, serta 1 loket untuk penjualan tiket kendaraan roda dua.

Khusus untuk loket penumpang pejalan kaki disediakan sebanyak 5 loket melayani pembayaran nontunai.

Sebanyak 25 kapal roll on roll off (Roro) disebut Hasan Lessy, disiagakan oleh ASDP untuk rute Bakauheni-Merak. Saat kondisi normal dalam satu hari kapal yang beroperasi di sebanyak 5 dermaga.

Ia juga memastikan pembangunan fasilitas dermaga VII Pelabuhan Bakauheni yang dikenal sebagai dermaga premium akan di-launching pada 15 Desember 2018 mendatang. Kendaraan pribadi yang akan menuju ke dermaga VII disebutnya akan disediakan gerbang khusus dan fasilitas ruang tunggu sekelas bandara dengan shuttle bus bagi penumpang pejalan kaki.

Penerapan sistem pembayaran nontunai, disebut Hasan Lessy, terus disosialisasikan ke masyarakat bekerjasama dengan sejumlah bank Himbara. Ia juga mengimbau kepada masyarakat sebagai pengguna jasa pelabuhan yang akan menyeberang agar memiliki kartu uang elektronik.

Kartu yang bisa dibeli di bank, outlet resmi berikut pengisian ulang akan membantu kelancaran perjalanan. Sebab bagi pengguna jasa yang sudah memiliki saldo cukup bisa langsung melakukan proses pembelian tiket elektronik.

Lihat juga...