Pencapaian Imunisasi MR di Kaltim Baru 80,99 Persen
Editor: Satmoko Budi Santoso
BALIKPAPAN – Masih adanya penolakan pada pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella (MR) atau campak dan rubella, salah satu penyebab belum tercapainya cakupan imunisasi di Provinsi Kalimantan Timur. Hingga 31 Oktober 2018 cakupan pelaksanaan imunisasi MR baru mencapai 80,99 persen.
Belum tercapainya cakupan imunisasi MR yang sesuai target tersebut karena sejak awal kampanye mendapatkan penolakan. Kendati masih ada penolakan, terdapat dua Kabupaten yang telah mencapai 100 persen, yaitu Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
“Realisasi cakupan imunisasi MR di Kaltim mencapai 80,99 persen dari 10 kabupaten/kota. Itu sudah maksimal. Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi kepada seluruh kabupaten/kota yang telah melaksanakan kampanye imunisasi MR dengan maksimal,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Hj. Rini Retno Sukesi, Jumat (2/11/2018).
Dia merinci, realisasi cakupan imunisasi MR hingga 30 Oktober 2018 yaitu Balikpapan 76,68 persen, Bontang 60,1 persen, PPU 79 persen, Paser 71,06 persen, Berau 63,5 persen, Kutim 86,42 persen, Kutai Kartanegara 77, 64 persen, Samarinda 93, 4 persen. Sedangkan Mahakam Ulu dan Kutai Barat sukses mencapai 100 persen.
Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan memperpanjang pelaksanaan imunisasi Measles-Rubella (MR) satu pekan ke depan setelah mendapat surat dari Pemerintah Provinsi Kaltim yang langsung ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.
“Pelaksanaan imunisasi MR diperpanjang sampai 7 November 2018 dan sudah kami laporkan ke Pak Walikota,” kata Kabid P2PL DKK Balikpapan, dr. Esther Vonny.
Ia menjelaskan, perpanjangan pelaksanaan imunisasi MR karena belum mencapai target. Sementara Pemerintah menargetkan, minimal capaian imunisasi MR di daerah 95 persen.
“Harapannya dengan perpanjangan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bagi yang belum dilayani MR dapat langsung ke Puskesmas terdekat,” harapnya.
Sementara, data imunisasi MR di Balikpapan hingga 30 Oktober dengan sasaran usia 9 bulan sampai 15 tahun berjumlah 156.336 anak atau sekitar 78 persen.
Vonny menambahkan, imunisasi MR sangat penting dilakukan. Karena mampu memberikan kekebalan dan mampu memutus rantai penularan minimal 95 persen dari sasaran yang ada di tiap daerah epidemiologis dan administrasi pemda.
“Kami mengajak bagi anak yang belum diberikan imunisasi MR agar orang tuanya membawa ke Puskesmas. Khususnya untuk usia 9 bulan sampai 15 tahun,” ajak Vony.