BAUBAU – Stok ikan segar di sejumlah pasar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, dalam empat hari terakhir ini berkurang atau menurun dari biasanya.
Salah seorang pedagang, Wa Naisa, mengatakan, kurangnya ikan yang dijual pedagang, karena pasokannya juga dari pengepul berkurang, yang disebabkan hasil tangkapan nelayan tidak banyak, akibat kondisi kerasnya ombak dan terang bulan.
“Mahal kita jual, karena kita beli juga harganya naik. Biasanya ikan seperti ini kita ambil sekitar Rp300 ribu per kabus, tapi sekarang harganya Rp700-an ribu,” ujarnya, Sabtu (24/11/2018).
Ikan di pasaran yang sudah sekitar empat hari ini, membuat sebagian pedagang ada yang tidak menjual. “Kurangnya ikan, karena mungkin keras ombak ditambah bulan terang. Apalagi, ini musim barat,” katanya.
Harga ikan cakalang ukuran besar yang sebelumnya dijual Rp40-50 ribu per ekor, kini dijual Rp70 ribu per ekor. Begitu pula ikan layang ukuran sedang yang sebelumnya didagangankan Rp20 ribu per enam ekor, kini dijual Rp50 ribu.
Sedangkan, ikan tongkol ukuran sedang yang sebelumnya dijual Rp20 ribu per lima hingga enam ekor, kini dibandrol Rp50 ribu.
Pedagang ikan di sejumlah pasar di daerah itu, seperti pasar tradisional Karya Nugraha dan pasar Wameo, dalam beberapa hari ini tidak seperti biasanya. Meja-meja penjual yang terjejer dengan terisi dagangan ikan terdapat yang kosong.
Begitu pula, pedagang ikan yang setiap hari menjual di pinggir jalan di Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, juga berkurang.
“Kalau saya sudah beberapa hari tidak menjual, karena ikan tidak ada. Biasanya pasokan ikan dari Kapontori, Kabupaten Buton, setiap hari cukup banyak, tapi ini kurang,” kata warga Waruruma, ini.
Pasokan ikan ke Baubau, selain berasal dari nelayan daerah itu, juga dari Pasarwajo dan Kamaru Kabupaten Buton, serta dari Buton Selatan. (Ant)