Pascagempa, Pemkab Sigi Terus Data Kerusakan Bangunan
SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dalam masa tanggap darurat transisi masih menyelesaikan pendataan bangunan, termasuk rumah penduduk, yang rusak dan hancur akibat gempa bumi 7,4 SR pada 28 September 2018.
Asisten II Sekretaris Daerah Pemkab Sigi, Iskandar Nontji di Sigibiromaru, Senin, mengatakan, pemerintah daerah masih menuntaskan pendataan semua bangunan, termasuk fasilitas umum, yang terdampak bencana alam di seluruh wilayah Kabupaten Sigi.
Bangunan yang didata itu, termasuk rumah warga yang benar-benar hancur, agar bisa dibangun atau direhabilitasi.
Akan tetapi, katanya, khusus untuk lokasi likuifaksi tidak akan dibangun permukiman warga.
Pemkab Sigi akan menyiapkan lokasi permukiman baru bagi warga yang lokasi permukimannya masuk areal likuifaksi.
“Tapi rumah-rumah penduduk yang rusak lainnya di luar daerah likuifaksi akan dibangun dan direhabilitasi secara bertahap sesuai dengan turunnya anggaran,” kata dia.
Di Kabupaten Sigi, lanjut Iskandar, cukup banyak bangunan rusak akibat gempa bumi.
Ia belum bisa merinci bangunan itu karena masih dalam pendataan.
Ia menyebut, data sementara sudah ada, tetapi perlu divalidasi lagi karena tidak menutup kemungkinan masih ada bangunan rusak yang belum terdata.
Ia menambahkan, ada 13 kecamatan di Kabupaten Sigi yang terdampak gempa bumi dan kerusakan di wilayah itu pada umumnya cukup parah.
Akan tetapi, katanya, kerusakan terparah di Kecamatan Sigibiromaru, Tanambulava, Dolo, Kulawi, dan Lindu.
Selain banyak bangunan yang rusak dan hancur, termasuk infranstruktur jalan, jembatan, listrik, telekomunikasi, jaringan irigasi, air bersih, sarana ibadah, pendidikan, kesehatan, kata dia, bencana alam juga menelan korban jiwa dan luka-luka yang mencapai ratusan orang.
Dia juga mengakui hingga saat ini masih ada wilayah yang aliran listriknya belum normal, seperti di Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan.
Hingga saat ini, PLN masih bekerja keras menormalkan kembali penerangan listrik di wilayah tersebut. (Ant)