NTB Gelar Pekan Kreasi dan Olahraga Disabilitas

Editor: Mahadeva WS

MATARAM – Guna mencetak atlet berprestasi di kalangan penyandang disabilitas, Pemorv Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Pekan Kreasi dan Olahraga, bagi penyandang disabilitas tingkat provinsi.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan, NTB merupakan daerah pertama di Indonesia yang menggelar pekan kreasi dan olah raga untuk disabilitas. NTB menjadi daerah yang mempelopori kegiatan tersebut di Indonesia. Kegiatan tersebut, diharapkan dapat memacu kreativitas dan olah raga di kalangan disabilitas.

Wagub NTB bersama para atlet dan pelatih membuka Pekan Kreasi dan Olahraga disabilitas – foto Turmuzi

“Saya bangga, dikatakan Bapak Raharjo, Kepala Bidang Hubungan Internasional Poralympic Committe, bahwa NTB merupakan daerah satu-satunya di Indonesia, yang menyelenggarakan pekan kreasi dan olah raga disabilitas,” ungkap Rohmi, saat membuka Pekan Kreasi dan Olah Raga Difabel Tingkat NTB, di Gelanggang Olah Raga Mataram, Jum’at (16/11/2018).

Di ajang ini, para peserta diharapkan untuk menjadikan keterbatasan yang dimiliki bukan sebagai halangan. Namun kondisi yang dimiliki dapat menjadi penyemangat meraih prestasi. “Semangat untuk anak disabilitas yang akan bertanding, keterbatasan tidak harus jadi halangan meraih prestasi,” tandasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi NTB, Husnanidiaty Nurdin, menyebut, penyeenggaraan pekan olahraga yang memadukan antara kreativitas dan olah raga, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Keberadaan kegiatan tersebut, bersifat positif, untuk membangun kepekaan dan rasa cinta kepada olah raga, khususnya dikalangan anak penyandang disabilitas. Dari event yang digelar, diharapkan muncul atlet yang dapat mewakili NTB di level nasional.

Kepala Bidang Hubungan Internasional Paralympic Committe, Sukanti Rahardjo Bintoro, mengapresiasi dan menghargai kerja Pemprov NTB, yang telah sukses menyelenggarakan pekan kreasi dan olah raga disabilitas. “Ini satu-satunya, dan pertama kali di adakan di Indonesia. Diharapkan, akan berjalan rutin setiap tahun, tidak hanya di NTB, tapi juga seluruh Provinsi di Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...