Memancing, Nikmati Panorama Danau Cibeureum
Editor: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Kabupaten Bekasi tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri. Tetapi juga memiliki destinasi wisata alam tersembunyi yang menyimpan keindahan eksotis.
Salah satunya adalah Situ Cibeureum yang terletak di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Danau atau situ ini diapit oleh dua, yakni Desa Lambang Sari dan Desa Lambang Jaya.
“Untuk lahan danau luasnya mencapai 22 hektare, sudah mencakup daratan. Situ ini, di atas lahan milik pemerintah melalui Kementerian PUPR,” kata Supervisor Situ, dari Perum Jasa Tirta (PJT) II, Mantak, kepada Cendana News, Minggu (18/11/2018).

Mantak yang merupakan warga setempat, dipercaya merawat lahan milik PUPR, untuk menjaga aset negara agar tidak hilang.
Dia mengatakan, untuk pemeliharaan Situ Cibeureum sendiri dilaksanakan oleh Balai Besar Ciliwung Cisadane melalui dana APBN, seperti fasilitas paving block jalan.
Saat ini, di sepanjang bantaran Situ Cibeureum sudah dibangun gubuk semi permanen. Menurut Mantak, gubuk tersebut dibangun inisiatif dari warga sekitar, sebagai fasilitas bagi pengunjung yang ingin menikmati keteduhan, ngadem atau mancing di Situ Cibeureum.
“Bangunan semi permanen, dibangun inisiatif warga sekitar. Jika pemerintah mau mengambil lahan, tinggal dirobohkan saja. Karena lahan milik negara, maka bangunan tidak bisa dibangun permanen,” jelas Mantak.
Situ Cibeureum, lanjutnya, saat ini menjadi kantong air utama bagi pemukiman sekitar. Tidak pernah kering meskipun musim kemarau, sebagai tempat penahan air di dalam tanah. Situ tersebut diketahui memiliki tiga pintu air yang berfungsi sebagai pengatur debit air. Jika danau sudah penuh dengan air, maka pintu akan dibuka dan air dibuang ke Kali Cikarang, Bekasi dan Laut (Kali CBL).
Dia mengakui, lokasi Situ Cibeureum banyak kunjungan saat akhir pekan, seperti hari Sabtu dan Minggu, yang akan meningkat terutama saat pagi dan sore hari. Mereka sepertinya ingin menikmati kesejukan udara atau panorama danau.
“Pagi biasanya banyak warga berolahraga, misalnya komunitas sepeda atau jogging,” tandasnya.
Mantak juga mengakui, di lokasi Situ Cibeureum, sudah dibangun fasilitas seperti toilet dan banyak warung yang menjual berbagai makanan dan minuman dari warga sekitar. Semua warung jelasnya tidak dipungut biaya alias gratis, asalkan bisa menjaga kebersihan lingkungan.
Situ Cibeureum lokasinya berdampingan langsung dengan Kompleks Grandwisata. Lokasi tersebut juga berada di tengah 9 perumahan lainnya, baik di Desa Lambangsari atau pun Desa Lambang Jaya.
Siapa pun yang berkunjung untuk menikmati panorama danau bisa datang dan tidak dipungut biaya. Tetapi pantauan di lokasi, banyak pengamen berseliweran karena lokasi tersebut dibuka untuk umum.
Banyak warga yang datang hanya untuk memancing di Situ Cibeureum. Diakui Mantak, terdapat banyak ikan yang disebar pemerintah daerah seperti ikan nila, mujair, dan ikan gabus.